Wednesday, 20 November 2019

Ini Janji Putra Mahkota Saudi : Pembunuh Jamal Khashoggi akan Dihukum

Kamis, 25 Oktober 2018 — 1:44 WIB
Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman. (reuters)

Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman. (reuters)

ARAB SAUDI– Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengecam pembunuhan Jamal Khashoggi dan menggambarkannya “sangat keji” serta berjanji bahwa keadilan akan terungkap.

Mohammed bin Salman untuk pertama kali mengeluarkan komentar terkait Khashoggi yang dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada tanggal 2 Oktober lalu.

Ia mengatakan “kejahatan itu menyakitkan bagi semua warga Saudi,” namun berjanji tak akan membiarkan kasus ini menjadi pemecah hubungan dengan Turki.

Pihak Saudi sebelumnya menyanggah tuduhan bahwa putra mahkota Saudi berperan dalam pembunuhan itu.
Pemerintah Saudi menyebut pembunuhan itu dilakukan “agen-agen liar”.

“Siapa yang berada di balik kejahatan itu akan bertanggung jawab…pada akhirnya keadilan akan terungkap,” kata Pangeran Mohammed bin Salman dalam Forum Investasi di Riyadh Rabu (24/10).

Putra Mahkota Saudi ini mengatakan banyak orang yang menggunakan pembunuhan itu untuk memecah hubungan Turki dan Arab Saudi.

“Tidak diragukan lagi, kerja sama antara pemerintah Turki dan Saudi berjalan baik dan kami tahu bahwa banyak orang yang mencoba menggunakan situasi menyakitkan ini untuk menciptakan perpecahan antara Arab Saudi dan Turki.

Wartawan kritis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi  yang diduga dibunuh.(reuters)

Wartawan kritis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi yang diduga dibunuh.(reuters)

“Dan dari sini saya ingin menyampaikan pesan, anda tak akan pernah bisa melakukan itu sepanjang kami memiliki raja bernama Salman bin Abdulaziz,” katanya disambut tepuk tangan mereka yang hadir dalam forum investasi itu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Khasoggi, pengkritik pemerintah Saudi itu adakah korban “pembunuhan politik” yang direncanakan dengan hati-hati oleh perwira intelijen Saudi dan pejabat lainnya.

Pihak Saudi berusaha menggambarkan forum tetap berjalan seperti biasa, namun Menteri Energi KHalid al-Falih mengakui Selasa (23/10) bahwa terjadi “krisis” terkait pembunuhan Khasoggi.

Putra mahkota Saudi dan ayahnya, Raja Salman, bertemu dengan anggota keluarga Khasoggi Selasa (23/10).

Mohammed bin Salman, 33, dianggap sebagai penguasa de fakto eksportir minyak terbesar dunia ini. Ia banyak dipuji karena melakukan reformasi namun juga menghadapi kritikan berat karena penanganan terkait Yaman dan Qatar.

Sejumlah pihak banyak yang menyerukan dia mundur menyusul kasus Khasoggi, di tengah kecurigaan ia terlibat.(BBC)