Friday, 13 December 2019

Jika Ada Selisih Kenaikan UMP, Kadis Ketenagakerjaan DKI: Akan Ada Subsidi

Kamis, 25 Oktober 2018 — 14:36 WIB
Kepala Dinas Ketenagakerjaan DKI, Andri Yansyah.(dok/ikbal)

Kepala Dinas Ketenagakerjaan DKI, Andri Yansyah.(dok/ikbal)

JAKARTA – Kepala Dinas Ketenagakerjaan DKI, Andri Yansyah mengatakan, jika terdapat selisih UMP (Upah Minimum Provinsi) dari Pemerintah dengan usulan dari Serikat Pekerja, maka akan ada subsidi dan fasilitas bagi buruh.

Fasilitas yang dimaksud tersebut berupa akses transjakarta gratis bagi para buruh yang memiliki kartu pekerja. Lalu para buruh juga akan diberi subsidi untuk pangan, yang mana mereka dapat membeli sejumlah bahan pangan di PD Pasar Jaya.

“Kita beri subsidi pangan kepada para pekerja yang nantinya bisa diperoleh digerai milik Pasar Jaya. Tetapi kita beri kesempatan para pekerja untuk menentukan dia mau dimana, kita support,” ujar Andri di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Tidak hanya itu, ia mengatakan jika anak-anak dari para buruh akan memberikan KJP (Kartu Jakarta Pintar). “Pak Gubernur juga memprogramkan atau mengeksekusi terhitung tanggal 1 januari 2019, anak pekerja juga dapat KJP, SD 250 ribu, SMP 300 ribu, SMA 400 ribu,” jelasnya.

Rencananya, kenaikan UMP bagi para buruh akan diumumkan pada 1 November mendatang. Hingga Kamis (25/10/2018) ini, angka UMP setelah kenaikan masih belum ditentukan.

“Belum. Kita kemarin baru mengeluarkan angka versi pemerintah, versi pengusaha, versi serikat pekerja, nanti angka itu lah difluktuasikan dan ketemu satu angka diumumkan oleh Gubernur DKI,” kata Andri. (cw2/mb)