Friday, 15 November 2019

Selain dari Lion Air, Ahli Waris Juga Mendapat Santunan Jasa Raharja Rp50 Juta

Minggu, 4 November 2018 — 15:38 WIB
Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja, Wahyu Wibowo di RS Polri, Kramat Jati.(cw6)

Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja, Wahyu Wibowo di RS Polri, Kramat Jati.(cw6)

JAKARTA – Selain mendapatkan uang santunan total Rp 1,33 miliar dari Lion Air Group, ahli waris keluarga jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 juga akan mendapat uang asuransi dari Jasa Raharja.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja, Wahyu Wibowo di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2018).

“Dari data-data (jenazah) yang sudah diidentifikasi, sudah kami bayarkan sesuai peraturan dari Menteri Keuangan sebesar Rp 50 juta berupa buku tabungan kepada ahli waris,” ucapnya.

Sampai saat ini terdapat tujuh jenazah yang sudah teridentifikasi tim DVI RS Polri, empat diantaranya sudah mengklaim asuransi tersebut melalui ahli warisnya. Sementara itu, tiga ahli waris lainnya belum dapat ditemui pihak Jasa Raharja.

“Ada beberapa yang belum menerima karena ada ahli waris  yang belum dapat ditemui,” katanya.

Sebelumnya, Lion Air Group akan memberikan santunan kepada ahli waris korban jatunya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) lalu sebesar 1,25 miliar.

Managing Director Lion Air Group, Captain Daniel Putut mengatakan, pemberian santunan terhadap korban jatuhnya pesawat Liok Air JT 610 mengacu dalam Permenhub Nomor 7 Tahun 2011.

Lion Air Group akan menambahkan besaran ganti rugi bagasi sebesar Rp 50 juta. Tak hanya itu, mereka juga akan membayar uang tunggu bagi para keluarga korban yang menanti di Posko Hotel Ibis sebesar Rp 5 juta, dan biaya pemakaman sebesar Rp 25 juta.

Jika ditotalkan, biaya santunan yang diberikan Lion Air Group kepada ahli waris korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 ialah sebesar Rp 1,33 miliar. (cw6/tri)