Friday, 06 December 2019

Presiden Jokowi Ungkap Awal Tahun Depan Dibangun 1.000 BLK di Ponpes

Sabtu, 24 November 2018 — 10:55 WIB
Presiden Jokowi saat silaturahmi dengan para ulama dan santri se-Provinsi Lampung. (ist)

Presiden Jokowi saat silaturahmi dengan para ulama dan santri se-Provinsi Lampung. (ist)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar silaturahmi dengan alim ulama dan santri se-Provinsi Lampung, dalam kunjungan kerjanya ke daerah tersebut, Jumat (23/11/2018) malam.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Darussalamah, Braja Dewa, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengajak agar tetap optimis. “Jangan sampai pesimis, enggak boleh. Apalagi santri muda harus optimistis melihat Indonesia di tahun mendatang. Jangan sampai pesimis memandang negara ini. Tantangannya banyak, kompleks. (Negara) ini penduduknya 263 juta,” ujar Presiden.

Menurut Jokowi, sebagai sebuah bangsa besar, Indonesia memiliki berbagai tantangan. Namun demikian, tantangan-tantangan tersebut seyogyanya dihadapi dengan sikap optimistis oleh semua elemen bangsa, tak terkecuali para santri.

Kepala Negara juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama bekerja keras dalam membangun negara Indonesia. Pembangunan yang selama ini dilakukan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan daya saing bangsa di dunia internasional.

Presiden menuturkan, setelah membangun infrastruktur, mulai tahun depan pemerintah akan juga berkonsentrasi pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Secara lebih khusus, Presiden menyebutkan bahwa di ponpes akan dibangun balai latihan keterampilan atau kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para santri di berbagai bidang seperti komputer, garmen, desain, atau animasi.

“Tahun depan bangun 1.000 (BLK) dimulai Januari. Skill dibutuhkan dalam rangka persaingan dengan negara lain,” katanya.

Di acara itu, Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, hadir juga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, dan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim. (johara/ys)