Monday, 14 October 2019

Tolak Klaim Harga Mahal, Emak-emak Deklarasi Dukung Jokowi Sambil Bawa Sayur

Senin, 26 November 2018 — 14:50 WIB
Kepala Kantor Rumah Aspirasi Rakyat #01, Deddy Sitorus (kiri) bersama Ketua Umum Suara Emak Peduli Indonesia (SEPI) E.H. Aini Gebse saat deklarasi.

Kepala Kantor Rumah Aspirasi Rakyat #01, Deddy Sitorus (kiri) bersama Ketua Umum Suara Emak Peduli Indonesia (SEPI) E.H. Aini Gebse saat deklarasi.

JAKARTA – Emak-emak yang tergabung dalam Suara Emak Peduli Indonesia (SEPI) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo – Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

Ketua Umum SEPI, E.H. Aini Gebse mengatakan dukungan diberikan kepada petahana karena Jokowi dianggap mampu membangun mental bangsa dengan mempertahankan ideologi Pancasila. Aini sadar masih banyak tugas yang belum diselesaikan Jokowi sehingga perlu lima tahun lagi untuk menuntaskan pekerjaannya.

“Kami percaya Jokowi mampu membangun mental, karena kami lihat bisa mempertahankan ideologi pancasila. Karena itu kami dukung kembali 2 periode. Beliau bisa selesaikam tugas-tugas yang tertunda, karena tidakk mungkin hanya satu periode, perlu lima tahun lagi untuk selesaikan karya besar,” katanya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2018).

Dalam deklarasi, SEPI juga membawa sayur-mayur. Hal itu ditujukan sebagai simbol penolakan anggapan harga-harga kebutuhan pasar mahal. Aini menilai klaim harga mahal di pasar-pasar merupakan sebuah berita bohong alias hoaks.

“Harga di pasar stabil, kami ibu-ibu benci hoaks yang bilang bahwa harga mahal, sehingga memuat kita ibu-ibu ini menjadi getir, gentar. Kami ingin katakan seluruh bangsa indonesia bahwa harga di Indonesia stabil, tidak ada kemahalan. Kami menolak segala hoaks yang mengatakan harga mahal,” tandasnya.

 

Sementara itu Kepala Kantor Rumah Aspirasi Rakyat #01, Deddy Sitorus yang juga hadir dalam deklarasi berharap agar emak-emak tidak hanya diam menghadapi hoaks. Deddy meminta mereka melawan dengan menyampaikan kebenaran di lingkungannya.

“Bagaimana melawan? Dengan kita bicara. Kita tidak boleh lagi diam. Pulang dari sini bicara pada mereka katakan mana yamg benar mana yang salah. Kalau diam yang jahat akan menang,” ujar Deddy. (ikbal/mb)