Tuesday, 12 November 2019

50 Kg Sabu dan 43 Ribu Butir Ekstasi Gagal Beredar

Rabu, 28 November 2018 — 21:09 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menunjukkan barang bukti narkoba

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menunjukkan barang bukti narkoba

JAKARTA – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran 50 Kg sabu dan 43 ribu butir ekstasi yang hendak diselundupkan ke Indonesia oleh Jaringan Internasional Malaysia. Narkoba tersebut disembunyikan di lantai mobil boks.

Kabis Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, narkoba yang sita tersebut ditemukan di dalam mobil boks Luxio B 1536 KH di depan Ruko HR Soebrantas, Jalan Soebrantas, Pekanbaru, Riau, pada Selasa (21/11).

Selain narkoba juga diamankan empat tersangka, WS 42, MS 34, F 39 dan VR 38. Polisi masih memburu bandar narkoba asal Malaysia, TS. “Mereka merupakan jaringan narkoba internasional dari Malaysia, Pekan Baru hingga Jakarta. Tersangka TS masuk dalam DPO polisi,” ujar Argo, Rabu (28/11).

Dikatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan bandar narkoba, AS di Jalan Citarum Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, pada beberapa bulan lalu. Dari penangkapan itu polisi menyita 2,7 kg sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi.

Kemudian petugas mengembangkan kasus tersebut dan meringkus WS serta MS, sekitar pukul:08.20 wib di depan ruko HR. Soebrantas, Riau. Di mobil boks yang dibawa kedua tersangka disita 2,3 kg sabu dan 33 ribu ekstasi. Total keseluruhan disita 50 kg sabu dan 43 ribu pil ekstasi.

“Hasil penyidikan tersangka AS diketahui bahwa ia pernah mengambil sabu dari Pecan Baru Riau di bawa ke Jakarta bersama tersangka WS tiga kali atas perintah VR. Ekstasi itu disimpan dalam 9 boks plastik oleh tersangka,” tegas Kabid Humas.

Tersangka VR sendiri merupakan nara pidana di LP Cipinang dan ia menerima narkotika tersebut di TKP dari seseorang bernama F dengan menggunakan motor Jupiter Z BM 6587 NM. Polisi kemudian berhasil menangkap F atas perintah bandar asal Malaysia, TS. (ilham/b)