Wednesday, 23 October 2019

Berkat GPS, 8 Tersangka Curanmor dan Penadah Diringkus

Rabu, 28 November 2018 — 15:28 WIB
Delapan pelaku curanmor yang ditangkap.(haryono)

Delapan pelaku curanmor yang ditangkap.(haryono)

CILEGON – Berkat alat Global Positioning System (GPS), kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil diungkap petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon.

Dalam pengungkapan kali ini sebanyak delapan orang tersangka berikut dengan barang bukti sepeda motor 11 unit dan kunci letter T berhasil disita polisi.

Delapan tersangka yang ditangkap masing-masing adalah RBP, BP alias Sinchan, EF, AS, YF, SV dan SD yang diketahui sebagai penadah.

“Para tersangka merupakan spesialis motor parkiran. Modus kejahatannya, merusak kunci kontak menggunakan kunci letter T,” ungkap Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso kepada wartawan saat gelar ekspose di Mapolres Cilegon, Rabu ( 28/11/2018).

Kapolres mengatakan, kasus curanmor ini terungkap setelah pihaknya mendapat laporan dari salah satu korban bahwa motor yang hilang itu dipasang GPS. Sehingga petugas lebih mudah melakukan pelacakan.

“Salah satu korban yang motornya hilang itu melapor ke Reskrim Polres Cilegon, dan memberitahukan bahwa sepeda motor miliknya terpasang GPS. Kemudian dilacaklah melalui GPS, selanjutnya pelapor bersama petugas piket siaga Reskrim langsung menuju tempat titik GPS,” kata Kapolres.

Setelah sampai di titik GPS tepatnya di sebuah kontrakan di Lingkungan Arga Baja Pura, Kelurahan Kota Sari, Kecamatan Grogol, petugas bersama pelapor kemudian menghampiri kontrakan itu dan menemukan sepeda motor tersebut.

“Kita temukan sudah tidak berplat dan sedang terparkir di halaman kontrakan salah satu pelaku,” terangnya.

Setelah menemukan sepeda motor itu, polisi langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka Ragil Bayu Pamungkas dan Bagus Priambodo alias Sinchan. Setelah kedua tersangka diperiksa, kasus curanmor ini mengembang dan berhasil menangkap tersangka lainnya.

“Total tersangka yang kita tangkap itu ada 8 orang, termasuk yang kita duga sebagai penadah. Kasus curanmor ini masih terus kita kembangkan,” jelas Kapolres.

“Pada kesempatan ini saya juga mengimbau kepada masyarakat bahwa pengamanan dengan masang GPS itu perlu, sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lebih mudah melacaknya,” imbuhnya. (haryono)