Friday, 06 December 2019

Revolusi (Mental) Belum Selesai Mapel PMP Mau Diajarkan Lagi

Rabu, 28 November 2018 — 7:49 WIB
konsep

BUNG Karno dulu sering bilang “revolusi belum selesai”, Presiden Jokowi pun ingin membenahi rakyatnya lewat “revolusi mental”. Yang terjadi sekarang “revolusi mental” belum selesai-selesai juga, karena program dan aplikasinya tidak jelas. Kini Kemendikbud akan ajarkan “PMP” lagi, karena mental generasi muda dalam bahaya.

Selama berkuasa Presiden Sukarno belum banyak membangun, karena direcokin kaum pembrontak. Yang nampak monumental baru di antaranya: Hotel Indonesia, Istora Senayan, Monumen Nasional, Mesjid Istiqlal, patung Pancoran, tugu Selamat Datang di Bunderan HI.

Maka kepada kaum “kontra revolusi” yang selalu menyinyiri langkahnya, Bung Karno sering menjawab dengan kata-kata: revolusi belum selesai. Dan memang tak pernah selesai, karena tahun 1967 dia dijatuhkan. Memasuki Orde Baru, revolusi yang biasa disebut pembangunan, mulai digeber. Tapi sampai Pak Harto lengser Mei 1998, belum juga selesai.

Masuk era reformasi, banyak program Pak Harto yang dibuat tutup buku. P-4 (Pedoman Penghayatan & Pengamalan Pancasila) dihapus, mapel (mata pelajaran) PMP (Pendidikan Moral Pancasila) juga dihapus, diganti PKN (Pendidikan Kewarga Negaraan). Kesemuanya ini di sekolah jaman Bung Karno disebut Civic atau Tata Negara.

Yang terjadi kemudian, pelan tapi pasti sense of belonging (rasa memiliki) rakyat pada negara sendiri jadi merosot. Bagaimana tidak? Ketika jadi pejabat, uang negara dicatut, dikorupsi. Mereka ini tak berfikir jika korupsi itu dilakukan secara masif, negara bisa bangkrut.

Tambah parah lagi, kini banyak generasi muda yang menolak Pancasila, tapi malah mengelu-elukan gerakan khilafah. Survei Alvara menyebutkan, 19,4 % PNS usia 25-40 tidak setuju dengan Pancasila, memilih khilafah. Ini kan ancaman bagi NKRI, karena generasi muda berkiblat ke Timur Tengah, yang kacau balau gara-gara ISIS.

Sebelum semakin parah, Kemendikbud akan mengajarkan PMP lagi di sekolah-sekolah, agar mereka kembali kenal dan mencintai Pancasila yang selama ini jadi perekat bangsa. Tapi anehnya, Wapres JK nadanya kurang setuju, karena sudah ada “revolusi mental”. Revolusi mental itu apa sih, karena faktanya kagak ngaruh untuk membenahi mental rakyat. Soalnya “revolusi mental” itu program yang tidak jelas, tanpa konsep dan aplikasi, apa lagi dipercayakan pada orang yang tak punya kompetensi. – gunarso ts