Monday, 18 November 2019

Ada 19 Titik Kemacetan, Ini Jurus yang Disiapkan Pemkot Jaktim

Jumat, 30 November 2018 — 23:16 WIB
Jalan Jatinegara.

Jalan Jatinegara.

JAKARTA – Sebanyak 19 titik rawan kemacetan ada di wilayah Jakarta Timur (Jaktim)  dan kerap dikeluhkan warga maupun pengendara. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menyiapkan petugasnya untuk mengurai kemacetan yang selama ini terjadi.

Walikota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah itu. Nantinya, di setiap titik rawan macet akan ditempatkan petugas. “Sebenarnya di Jaktim sendiri ada 133 titik rawan macet, namun dari semua itu yang paling urgent ada 19 titik,” katanya, Jumat (30/11).

Selain menyiapkan petugas, kata Anwar, pihaknya juga akan memberlakukan pengaturan arus lalu lintas secara manual. Sehingga nantinya traffic light yang ada tidak berlalu, untuk sementara waktu hingga kondisi arus lalu lintas mencair. “Karena dengan upaya itulah pastinya kemacetan bisa dengan mudah terurai,” ujarnya.

Langkah lain yang akan dilakukan, sambung Anwar, pihaknya juga menutup U-turn di lokasi rawan kemacetan. Hal itu dilakukan agar mobilitas kendaraan yang terjebak macet dapat segara mencair dan tak lagi, menambah panjang kemacetan. “Bahkan kita juga akan membenahi pangkalan ojek yang selama ini juga menjadi penyebab kemacetan,” ungkapnya.

Selama ini, lanjut Walikota, untuk mengurai kemacetan pihaknya  terus menertibkan pedagang asongan, pedagang kaki lima (PKL), dan angkot yang parkir di jalan. Upaya itu terus dilakukan pihak kecamatan dan kelurahan di semua wilayah Jakarta Timur. “Lurah, camat, saya juga memonitor lebih wajib petugas di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Lalu Lintas Sudinhub Jakarta Timur, Andreas Eman mengatakan, rencananya pengaturan secara manual akan dilakukan segera Desember ini. Untuk itu pihaknya juga telah berkoordinasi dengan tiga pilar dalam hal ini baik Satpol PP, Dishub, dan Polri. “Karena 19 titik yang memang krusial, sehingga perlu penanganan secara manual yaitu penempatan petugas dilapangan,” ujarnya.

Andreas pun berharap, dengan langkah tersebut titik kemacetan yang ada di Jakarta Timur dapat berkurang terlebih di jam-jam sibuk seperti pagi dan sore. Sehingga pengunaan jalan tetap merasa nyaman dan tidak terganggu dengan dampak kemacetan yang terjadi. “Kita harap dengan langkah ini kemacetan di Jakarta Timur dapat berkurang,” pungkasnya.

Sekedar informasi, adapun 19 titik kemacetan di Jakarta Timur meliputi Jalan Basuki Rahmat (Jatinegara), Jalan Bekasi Barat Raya (Jatinegara), Jalan Bekasi Timur Raya (Jatinegara), Jalan Jatinegara Barat, Jalan Jatinegara Barat 1, Jalan Jatinegara Timur, Jalan I Gusti Ngurah Rai (Duren Sawit), Jalan Kolonel Sugiono (Duren Sawit), Jalan Pahlawan Revolusi (Duren Sawit), Jalan Pondok Kopi (Duren Sawit). (Ifand/win)

Terbaru

Senin, 18/11/2019 — 7:20 WIB
Jangan Tipu Diri