Tuesday, 12 November 2019

‘Bisnis’ Parkir di Lahan Puskesmas Kebon Pala: Sebulan Bayar Rp300 Ribu

Senin, 3 Desember 2018 — 4:47 WIB
Sejumlah mobil parkir di lahan Puskesmas Kebon Pala, Jakarta Timur.

Sejumlah mobil parkir di lahan Puskesmas Kebon Pala, Jakarta Timur.

JAKARTA – Lahan Puskesmas Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur, jadi tempat parkir. Di lahan milik Pemprov DKI itu, orang yang partkir harus membayar Rp300 ribu per bulan.

Pemantauahn Poskotanews, di lahan yang berada di Jalan Kamboja itu, puluhan mobil parkir rapi dengan batas yang diberikan pengelola. Di pintu masuk, dipasangi portal dan dijaga petugas untuk memberikan keamanan siapapun yang parkir.

Sejumlah warga menyebutkan parkir mobil itu dilakukan untuk memanfaatkan lahan kosong yang sebelumnya berdiri Puskesmas Kebon Pala. Namun, sejak pertengahan tahun lalu, gedung tiga lantai itu dihancurkan dalam upaya revitalisasi total.

Sumito, warga, mengatakan lahan itu disulap jadi tempat paekir sejak beberapa bulan belakangan. Setiap hari sedikitnya 30 parkir di lahan seluas 3.000 meter persegi. “Sejak gedung puskesmas dibongkar, ya langsung jadi tempat parkir. Ada yang mengelola,” katanya, Minggu (2/12/2018).

Ia mengatakan sejumlah orang yang parkir uang sewa Rp300 ribu setiap bulan. “Ya karena banyak yang nggak punya lahan parkir, jadinya berebut untuk parkir di dalam. Makanya tiap hari penuh,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah dari pihak puskesmas mengetahui parkir sewaan itu, ia engaku tidak paham. Namun ia menduga ada petugas yang tahu karena penataan lahan parkir itu sudah tersusun rapi. “Cuma uangnya masuk ke siapa ya mereka yang tahu, warga kan ngertinya cuma bayar sewa bulanan saja,” ungkapnya.

Dikonfirmasi hal itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Iwan Kurniawan, mengatakan sama sekali tak mengetahui lahan bekas puskesmas dijadikan lahan parkir sewaan. “Kami akan segera cek informasi itu,” ujarnya.

Menurut Iwan, lahan bekas Puskesmas Kebon Pala memang kosong karena menunggu proses pembangunan. Pasalnya, pada 2019 pembangunan Puskesmas, baru bisa dilakukan. “Cuma kalau dijadikan lahan parkir saya baru tahu, saya akan perintahkan kepala puskesmas untuk mengecek,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Makasar dr. Herisianto Tya, mengaku tak mengetahui hal itu. “Dulu waktu masih ada puskesmas di sana memang dimanfaatkan warga,” ujarnya.

Menurutnya, lahan itu dimanfaatkan untuk pakrir ketika warga menggelar hajatan dan tempat tambahan bagi jamaah sholat Jumat di masjid depan puskemas. Ini karena jalan lingkungan di tempat itu sangat sempit. “Itu juga kalau mau pakai lahan parkir ketua RW izin dulu ke kami,” pungkasnya. (ifand/yp)