Thursday, 14 November 2019

Pekan Depan, Bupati Nonaktif Labuhanbatu Mulai Diadili

Senin, 3 Desember 2018 — 20:37 WIB
Juru bicara KPK, Febri Diansyah.  (julian)

Juru bicara KPK, Febri Diansyah. (julian)

JAKARTA – Bupati nonaktif Labuhanbatu, Pangonal Harahap akan menjalani sidang perdana terkait kasus dugaan penerimaan suap sejumlah proyek di Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran 2018.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, dakwaan Pangonal sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan pada Kamis (29/11/2018).

“Dakwaan dan berkas perkara dengan terdakwa Pangonal Harahap, Bupati Labuhanbatu telah dilimpahkan ke PN Medan pada tanggal 29 November 2018,” ucapnya, Senin (3/12/2018).

(BacaBerkas Sudah di Penuntut Umum, Bupati Labuhan Batu Nonaktif Segera Disidang)

Febri melanjutkan, sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa KPK tersebut akan digelar pada Kamis (13/12/2018) mendatang.

“Sesuai dengan penetapan hakim, rencana akan disidangkan pada tanggal 13 Desember 2018 di PN Medan,” tandasnya.

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap, bersama pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi, Effendy Sahputra dan pihak swasta, Umar Ritonga sebagai tersangka dalam kasus suap terkait proyek-proyek di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara tahun anggaran 2018.

(BacaBupati Labuhan Batu dan Ajudan Terjaring OTT KPK, Inilah Daftar Harta Kekayaannya)

Sebagai pihak penerima, Pangonal Harahap dan Umar Ritonga disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara pemberi suap, Effendy Saputra disangkakan melanggar pasal melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001. (cw6/ys)