Monday, 14 October 2019

Dimas Kanjeng Kembali Divonis Bersalah, Tapi Tanpa Hukuman

Rabu, 5 Desember 2018 — 17:25 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SURABAYA – Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Surabaya dalam sidang putusan perkara penipuan Rp 10 miliar, Rabu (5/12/2018). Menariknya, dalam sidang ini majelis hakim memberi vonis nihil, atau tanpa hukuman.

Hal ini karena sebelumnya Dimas Kanjeng sudah mendapat dua kali vonis, masing-masing 18 tahun dalam kasus pembunuhan, dan 3 tahun, sehingga secara komulatif menjadi 21 tahun. Menurut hakim, sesuai dengan Pasal 66 ayat 1 KUHP jumlah hukumannya tidak boleh melebihi hukuman yang terberat sekali ditambah dengan sepertiganya.

Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana menyaatakan terdakwa Dimas Kanjeng secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sesuai pasal 378 KUHP tentang Penipuan sesuai dakwaan jaksa.

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan,” ujar Anne, Rabu (5/12).

Sebelum menjatuhkan vonis, Hakim Anne menjelaskan, bahwa sebelum kasus ini terdakwa sudah divonis untuk kasus pembunuhan yang ada di Probolinggo dengan pidana 18 tahun penjara. Di tempat yang sama yakni di Probolinggo, Dimas juga divonis dalam kasus penipuan dengan putusan 3 tahun penjara.

“Terdakwa telah menerima hukuman penjara secara akumulatif. 18 tahun ditambah 3 tahun menjadi 21 tahun penjara,” ujarnya.

Anne menyatakan, sesuai dengan Pasal 66 ayat 1 KUHP jumlah hukumannya tidak boleh melebihi hukuman yang terberat sekali ditambah dengan sepertiganya.

“Undang-undang secara komulatif tidak memperbolehkan hukuman melebihi dari 20 tahun penjara. Oleh karena itu menjatuhkan pidana pada terdakwa nihil (tak mendapat tambahan hukuman pidana penjara). Pada terdakwa dan jaksa penuntut umum, dipersilakan untuk memberikan jawaban atas vonis ini, maksimal 7 hari,” kata Hakim Anne.

Dengan vonis ini, dalam sidang  Dimas Kanjeng terlihat tersenyum. Tak urung, setelah sidang selesai  Dimas Kanjeng menyatakan menerima keputusan tersebut. “Saya terima vonis ini,” katanya.

Namun, pihakl Jaksa Penuntut Umum Rakhmat Hari Basuki menyatakan akan mengajukan banding terkait dengan vonis tersebut. (*/win)