Thursday, 14 November 2019

Vision Of Peace

Damien dan Natasha Dematra Gugah Pelajar Berkarya Seni Tentang Perdamaian

Rabu, 12 Desember 2018 — 10:12 WIB
Damien Demetra, Natasha Demetra, Cheryl Halpern, Imam Prihadiyoko, Sri Anglung Prabu Punta.(Ali)

Damien Demetra, Natasha Demetra, Cheryl Halpern, Imam Prihadiyoko, Sri Anglung Prabu Punta.(Ali)

JAKARTA – Sutradara dan novelis kondang Damien Dematra, bersama putrinya yang juga berprofesi sama, Natasha Dematra, kembali menggelar festival karya-karya seni.

Diantaranya  film pendek, fotografi, puisi, lukisan, tarian budaya, karya cerita pendek dan  stand up comedy di kalangan pelajar. Karya-karya tersebut bertema tentang perdamaian diberi label Visions of Peace.

“Kegiatan ini sudah berlangsung satu tahun di empat kota, Yogya, Makasar, Semarang dan Jakarta. Sedang Bogor dan Bandung sedang dalam masa penjurian. Dalam waktu dekat akan diadakan di Surabaya, Bali, Palu dan Surakarta. Festival ini sendiri ditujukan untuk anak usia 6 sampai 18 tahun,” ujar Damien pada  Pos Kota usai  pemberian piagam pada pemenang di kantor PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Di Jakarta, terpilih 25 finalis dari hasil seleksi 625 karya yang masuk.

“Kita mengajak anak-anak sekolah untuk mencintai perdamaian, indahnya kebinekaan dan toleransi lewat karya seni,” lanjut sutradara film Obama Anak Menteng, Si Anak Kampoeng dan lainnya ini.  “Tahun depan kami targetkan sekitar 16 kota lainnya.”

Sementara itu, Natasha Dematra mengaku akan terus mengetuk pintu-pintu sekolah untuk mengajak anak -anak TK sampai  SLTA berkarya, berkreasi.

“Ternyata tidak mudah lho melakukan ini, buktinya tidak sedikit pihak sekolah yang tidak mau membuka pintu dengan berbagai alasan,” terang sutradara perempuan termuda di dunia oleh MURI yang menggarap film Mama Aku Harus Pergi, Tears Of Ghost, Dreams, Angel In Amerika dan lainnya.

Dalam kesempatan yang dihadiri oleh Cheryl Halpern, sutradara international selaku Founder dari Visions of Peace, ia mengatakan merupakan sebuah kebangaan baginya untuk bisa bersama para anak muda Indonesia yang mengikutkan karyanya sebagai bentuk ekspresi mereka atas visi hari esok yang lebih baik.

“Saya merasa sangat tersentuh melihat karya-karya anak muda Indonesia yang terpilih sebagai finalis dan saya menghargai Natasha Dematra yang membantu menerjemahkan puisi para finalis. Saya berharap kedepannya akan lebih banyak lagi anak muda Indonesia yang membawa visi perdamaian ini kepada seluruh generasi muda Indonesia,” ungkapnya.

Sedang pihak Menara62 selaku media Muhammadiyah yang menjadi mitra dalam kegiatan tersebut menandaskan bahwa perdamaian sesuatu yang merupakan esensial.

“In sesuai dengan prinsip Muhammadiyah yaitu Membawa Perdamaian Bagi Semua,” jelas Imam Prihadiyoko pimpinan menara62 Muhammadiyah. (ali/tri)