Wednesday, 23 October 2019

Gelombang Tinggi, Nelayan Muara Angke Sulit Melaut

Selasa, 25 Desember 2018 — 20:20 WIB
Nelayan Muara Angke, Jakut, sulit melaut karena angin dan gelombang tinggi. (deny)

Nelayan Muara Angke, Jakut, sulit melaut karena angin dan gelombang tinggi. (deny)

JAKARTA – Musim baratan (gelombang tinggi) sejak sepekan belakangan mengakibatkan nelayan di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, sulit melaut. Pendapatan pun menurun tajam.

Kondisi tersebut mengakibatkan pendapatan nelayan anjlok. Bahkan, untuk tetap dapat makan sehari-hari mereka kadang harus menghutang ke warung warung dekat tempat tinggalnya.

“Ya ini sudah hampir sepekan kondisinya kayak begini, angin dan ombak di laut cukup tinggi,” ucap Caspan, nelayan, Selasa (25/12/2018).

Gelombang tinggi membuat sulit melaut. Akibatnya, kantong ikut mengempis. “Biasa sehari bisa ngantongi sampai Rp1 juta, karena tangkapan ikan bisa beton ton,” ujarnya.

Kondisib itu membuat nelayan hanya bisa mengantongi uang Rp100 ribu setiap hari. “Kadang tidak nyampai seratus ribu sehari, dan kalau sudah seperti itu terpaksa harus ngutang buat makan sehari hari,” paparnya.

Ketua Forum Komunitas Nelayan DKI, Diding Setiawan, mengatakan pemerintah perlu memerhatikan nasib nelayan di Muara Baru. Terlebih, saat ini tidak ada lagi koperasi yang sebelumnya dapat menopang ekonomi nelayan saat musim baratan. (deny/yp)