Thursday, 21 November 2019

Khawatir Tsunami, Nelayan Muara Angke Pilih Tidak Melaut Saat Angin Besar

Selasa, 25 Desember 2018 — 15:05 WIB
Nelayan Muara Angke, Jakut, khawatir angin besar sebabkan tsunami di laut Jakarta. (deny)

Nelayan Muara Angke, Jakut, khawatir angin besar sebabkan tsunami di laut Jakarta. (deny)

JAKARTA – Tsunami Selat Sunda, yang menelan ratusan korban jiwa membuat para nelayan di Muara Angke, Penjaringan, Jakut, khawatir. Mereka pun, memilih untuk pulang cepat bila angin dan ombak di laut dirasa cukup besar.

“Ya takut Pak, makanya kalau angin besar mending pilih pulang angkat jaring,” ucap Caspan, salah satu nelayan di Muara Angke, Selasa (25/12/2018).

Meski jarak Tsunami Selat Sunda pada saat itu terbilang jauh dan tidak dirasakan langsung, namun sambungnya, kekhawatiran dan antisipasi bencana tersebut menjadi penting.

“Bencana tsunami kan dari laut, kemungkinan terjadi di laut Jakarta bisa saja,” ungkapnya. Karena tak ingin mengambil resiko, ia dan para nelayan lainnya pun lebih memilih pulang cepat bahkan tak melaut bila angin besar.

Ketua Forum Komunitas Nelayan DKI, Diding Setiawan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak sepekan lalu. Terlebih dengan adanya tsunami di Selat Sunda, menambahkan kekhawatiran nelayan untuk tidak menangkap ikan.

“Dan ini tentunya sangat berdampak pada pendapatan nelayan sendiri,” ungkapnya. Dengan kondisi seperti ini, Dding pun berharap adanya bantuan pemerintah untuk para nelayan Muara Angke. (deny)