Tuesday, 19 November 2019

KPK: Dana Hibah ke KONI Ada Hubungannya dengan SEA Games 2019

Kamis, 27 Desember 2018 — 17:13 WIB
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (cw6)

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (cw6)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora kepada KONI. Fakta baru yang ditemukan dalam penyidikan ini ialah soal peruntukan dana hibah tersebut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, salah satu peruntukan dana hibah tersebut ialah untuk persiapan SEA Games 2019. “Penyusunan instrumen dan evaluasi hasil monitoring dan evaluasi atlet berprestasi menuju SEA Games 2019,” ucapnya, Kamis (27/12/2018).

Febri melanjutkan, dana hibah itu juga akan dipakai KONI untuk penyusunan buku-buku pendukung pengawasan dan pendampingan peningkatan prestasi olahraga nasional.

KPK pun akan memeriksa saksi-saksi terkait kasus tersebut pada awal tahun 2019 nanti. Untuk saat ini, KPK masih mendalami sejumlah dokumen yang disita dari hasil penggeledahan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus yang terungkap lewat operasi tangkap tangan (OTT) ini. Masing-masing yakni Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI, Ending Fuad Hamidi; ‎Bendahara Umum KONI, Jhonny E. Awut; Deputi IV Kemenpora, Mulyana; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora, Adhi Purnomo; dan Staf Kemenpora, Eko Triyanto.

Adhi dan Eko diduga menerima pemberian sebesar Rp318 juta dari pengurus KONI. Sementara Mulyana diduga menerima Rp100 juta melalui ATM.

Selain menerima Rp100 juta melalui ATM, Mulyana juga sebelumnya menerima suap lainnya. Yakni berupa mobil Toyota Fortuner, uang Rp300 juta, dan satu unit handphone Samsung Galaxy Note 9 dari Jhony.

Uang tersebut diterima Mulyana, Adhi dan Eko agar Kemenpora mengucurkan dana hibah kepada KONI sebesar Rp17,9 miliar. Untuk mendapatkan dana hibah itu sebelumnya, KONI mengajukan proposal yang diduga sebagai akal-akalan, dan padahal tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Sebelum proposal diajukan, diduga telah ada kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp3,4 miliar. (cw6/win)