Saturday, 19 October 2019

Penghujung 2018, Pemkot Depok Mutasi Eselon II, III, dan Lurah

Sabtu, 29 Desember 2018 — 22:29 WIB
Sejumlah pejabat Kota Depok yang mengikuti lelang jabatan saat tes kesehatan.  (anton)

Sejumlah pejabat Kota Depok yang mengikuti lelang jabatan saat tes kesehatan. (anton)

DEPOK  –  Di penghujung tahun 2018, Pemkot Depok mengadakan mutasi jabatan eselon II,  eselon III, lurah dan Plt lurah di akhir tahun 2018.

“Kemungkinan besar hari Senin (31/12) mutasi pejabat Kota Depok akhir tahun 2018 bakal dilakukan jika melihat situasi serta kondisi di jajaran Pemkot, ” kata Umar,  satu pegawai di Pemkot Depok,  Sabtu (29/12).

Terlebih kegiatan seleksi lelang jabatan eselon II sudah taraf persetujuan Walikota Depok Muhammad Idris setelah ada tiga nama yang diajukan tim panitia seleksi beberapa waktu lalu.

Menurut dia,  ada tiga nama kandidat yang telah diajukan ke walikota hasil lelang jabatan seperti Kepala dinas DPAPMK, Inspektorat dan Kasatpol PP. “Adanya tiga nama pejabat eselon II tentunya akan diikuti dengan pelantikan eselon III, lurah dan Plt lurah, ” ujarnya.

Sementara, Walikota Depok, Mohammad Idris menegaskan, akan ada mutasi dan rotasi. Ini dikarenakan ada pengisian jabatan tinggi pratama atau eselon 2, dari hasil lelang jabatan yang dilakukan BKPSDM Depok melalui pantia seleksi (Pansel).

“Kalau pun ada mutasi karena ada dampak dari hasil lelang eselon 2 B,” tuturnya yang mengaku pelantikan maupun rotasi pejabat ASN adalah hal yang biasa di pemerintahan.

Sedangkan,  Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), H Supian Suri membenarkan kalau saat ini tahapan dan hasil seleksi telah berada di meja walikota.  “Tinggal nunggu Pak Wali memilih dari tiga besar untuk ditetapkan yang dilantik,” katanya.

Dari data yang diperoleh ada sembilan nama yang menjadi kandidat kuat menjabat sebagai eselon II antara lain untuk Kepala DPAPMK yaitu Adnan Mahyudin, Nessi Annisa Handari dan Yusminarti.

Untuk Kepala Satpol PP diantaranya MN Hakim Sirgar, Muchsin Mawardi dan N Lienda Ratnanurdiany serta untuk Inspektorat ada Ibu Asloe’ah Madjri, Pak Budi Chaeruddin dan Firmanuddin. (anton/win)