Monday, 21 October 2019

Malam Tahun Baru di Pantai Anyer, Hanya 24 dari 1.319 Kamar Hotel Terisi

Selasa, 1 Januari 2019 — 23:19 WIB
Wisata Pantai Anyer di Banten mulai pulih usai diterjang tsunami. (dok)

Wisata Pantai Anyer di Banten mulai pulih usai diterjang tsunami. (dok)

SERANG – Bencana tsunami Selat Sunda yang menerjang kawasan wisata di Kabupaten Serang dan Pandeglang mengakibatkan kawasan wisata di dua daerah tersebut lumpuh. Tak terkecuali kawasan wisata Pantai Anyer yang luput dari gelombang mematikan itu ikut ditinggalkan wisatawan.

Para wasitawan yang telah membooking hotel dan penginapan mulai membatalkan kunjungannya setelah terjadi tsunami yang diakibatkan longsoran Gunung Anak Krakatau (GAK). Peningkatan status Gunung GAK dari waspada ke level siaga diduga kuat sebagai pemicu wisatawan enggan merayakan tahun baru di Anyer.

Penasehat PHRI Kabupaten Serang, Hardomo mengatakan berdasarkan catatan yang dimilikinya dari 1319 kamar hotel dan cottage yang ada di kawasan wisata Pantai Anyer yang tersisi hanya 24 room saja, selebihnya ditinggalkan pemesan.

“Cottage yang saya kelola sendiri tidak ada satupun wisatawan yang datang. Padahal Pantai Anyer sama sekali tidak terdampak tsunami. Mungkin wisatawan trauma dengan kejadian di Pandeglang. Ditambah ada travel warning dari Gubernur Banten,” kata Hardomo yang juga GM Pisita Cottage kepada poskotanews.com, Selasa (1/1/2019).

Menurut Hardomo, sebagai daerah wisata yang sudah dikenal, kawasan wisata Pantai Anyer tidak pernah sepi dikunjungi wisatawan, apalagi momen malam pergantian tahun pengunjung di objek wisata ini membludak.

“Jangan hotel dan penginapan lainnya, kalau momen libur tahun baru, pantai rakyatpun dipadati wisatawan. Pemandangan serupa juga terjadi pada libur Natal, seluruh hotel dan penginapan tidak ada pengungjung. Tahun ini rugi tapi mau dibilang apa, ini kan musibah,” katanya.

Hardomo mengatakan untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Pantai Anyer tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan. Peran peran pemerintah daerah tentunya sangat diharapkan untuk membangkitkan dan menjaga kestabilan hotel. Salah satunya mendorong agar pemerintah membiasakan kembali rapat di hotel.

“Mereka (pemerintah) membuat langkah bahwa mulai nanti Januari (2019) buka kerannya (rapat di hotel). Engga apa-apa kita (hotel) rugi untuk saat ini,” katanya. (haryono/yp)