Friday, 06 December 2019

Mendagri Cium Upaya Delegitimasi Pemilu 2019

Kamis, 3 Januari 2019 — 14:16 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo. (dok)

Mendagri Tjahjo Kumolo. (dok)

JAKARTA –  Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai terdapat upaya delegitimasi proses Pemilu 2019. melalui  melalui penyebaran berita bohong atau hoaks kepada masyarakat.

Diantaranya isu tentang adanya  31 juta data pemilih siluman dan hoaks  temuan 70 juta surat suara yang sudah dicoblos.

“Setidaknya kan teropini di pikiran masyarakat dan teman-teman pers. Ada sejumlah suara yang dicoblos, ada 31 juta data siluman, lambang negara difitnah,” ujarnya di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019).

Karena itu Tjahjo mendukung penuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, sebagai penyelenggara pemilu, melaporkan pihak-pihak yang memproduksi dan menyebar hoaks ke kepolisian. Dia menilai saat ini KPU RI dianggap sudah berlaku transparan dan independen dalam melaksanakan tugasnya menggelar tahapan Pemilu 2019.

“Saya sudah menyerahkan juga kepada Kabareskrim, di mana KPU akan  melapor nanti siang, saya mendahului, mendukung penuh langkah-langkah KPU dan sebagai pemerintah juga menindak,” tandasnya.

Sebelumnya Wakil Sekjen Demokrat, Andi Arief melalui akun Twitternya, @AndiArief_ mengaku mendapatkan informasi temuan 70 juta surat suara dalam 7 kontainer di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam cuitannya, dia menyebut surat suara telah dicoblos untuk paslon nomor urut 01, yakni Jokowi – Ma’ruf.

” Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar,” tulis dia pada Rabu (2/1/2019). Namun diketahui cuitan tersebut sudah menghilang dari akun Twitter milik Andi.

KPU RI bersama Bawaslu pada Rabu (2/1/2019) malam langsung mengecek kebenaran isu yang beredar luas di media sosial itu, baik Twitter maupun Facebook. KPU dan Bawaslu mengecek langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok. Hasilnya,  Ketua KPU Arief Budiman memastikan berita tersebut bohong belaka.  (ikbal/tri)