Friday, 06 December 2019

PDIP Juara

LSI: Partai Gerindra akan Gusur Partai Golkar di Pileg 2019

Selasa, 8 Januari 2019 — 16:06 WIB
Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa didampingi Rully Akbar saat memaparkan kembali rilis survei terbaru bertajuk 'Yang Juara dan Yang Terhempas: Pertarungan Partai Politik 2019' di kabtit LSI Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).(Rihadin)

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa didampingi Rully Akbar saat memaparkan kembali rilis survei terbaru bertajuk 'Yang Juara dan Yang Terhempas: Pertarungan Partai Politik 2019' di kabtit LSI Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).(Rihadin)

JAKARTA – Partai Golkar akan terlempar dari posisi dua besar ke posisi tiga besar dalam Pemilu serentak 2019 mendatang. Demikian hasil survey Lingkar Survei Indonesia Dennya JA (LSI).

Sementara PDIP berpeluang dalam sejarahnya menjadi juara pertama secara berturut-turut hasil dari pemilihan umum legislatif pada April 2019 mendang.

“PDIP adalah partai politik yang paling potensial menjadi juara di pemilu 2019. Jika terjadi, untuk pertama kali sejak pemilu 1999, ada partai politik yang akan menjadi juara di dua pemilu berturut-turut. Partai Gerindra dan Partai Golkar berkompetisi merebut runner up,”  ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa saat memaparkan rilis dengan tema ‘Yang juara dan yang terhempas: Pertarungan Partai Politik 2019’,  di Jl. Pemuda, Rawangun, Selasa (8/1/2019).

lsi1

Ardian Sopa saat memaparkan hasil survei LSI Denny JA. (rizal)

Ardian mengatakan, sejak pemilu 1999, ada semacam ‘kutukan’ dimana tak pernah ada juara bertahan dalam pemilu yang memenangi pemilu berikutnya. Pada pemilu 1999, PDIP menjadi pemenang pemilu. Namun kalah dari partai Golkar pada pemilu 2004. Pada Pemilu 2009, Partai Demokrat berhasil menjadi pemenang pemilu dan mengalahkan Partai Golkar. Pada pemilu 2014, PDIP menjadi pemenang pemilu.

“Perebutan posisi keempat dalam pemilu 2019 nantinya potensial hanya terjadi antara PKB dan Partai Demokrat. Dalam 5 (lima) survei LSI Denny JA sejak Agustus 2018, PKB selalu berada di posisi keempat elektabilitas partai politik,” beber Ardian.

Posisi partai-partai menengah lainnya, lanjut Ardian,  seperti Nasdem, PKS, PAN, dan PPP masih belum aman. Dari lima survei terakhir LSI Denny JA, elektabilitas keempat partai ini masih sulit menembus angka 4%.

“Namun keempat partai ini adalah partai lama yang punya kekuatan, pengalaman dan sumber daya masing-masing untuk bisa lolos PT. Kekuatan Nasdem adalah sosok ketum partainya yang populer, punya kekuatan media, dan sumber dana yang memadai,” ucap Ardian.

Soal peluang partai-partai baru, Ardian menyampaikan, Ada 4 partai baru dalam pemilu 2019 nanti. Keempat partai tersebut adalah Perindo, PSI, Partai Berkarya dan Partai Garuda.  Dari lima kali survei LSI Denny JA, keempat partai ini masih dibawah 4%.

“Partai Perindo paling menonjol dari keempat partai baru tersebut. Elektabilitas Partai Perindo masih bergerak naik turun antara 1-3%. Sementara elektabilitas ketiga partai lainnya yaitu PSI, Partai Berkarya, dan Partai Garuda, selalu dibawah 1% atau masuk dalam kategori parnoko, partai nol koma,” ucap Ardian meyakinkan. (rizal/tri)