Wednesday, 16 October 2019

Jadi Tuan Rumah, BPJS Ketenagakerjaan Ingin Jaminan Implementasi  Industri 4.0

Selasa, 22 Januari 2019 — 19:31 WIB
Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Dirjen Hubungan Industrial dan Jaminan Dosial Kemnaker Haiyani Rumondang memukul gong tanda pembukaan AWCF 2019 di Nusa Dua Bali. (tri)

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Dirjen Hubungan Industrial dan Jaminan Dosial Kemnaker Haiyani Rumondang memukul gong tanda pembukaan AWCF 2019 di Nusa Dua Bali. (tri)

BALI – Kumpulkan lembaga-lembaga jaminan sosial se Asia, BPJS Ketenagakerjaan menggelar Asian Workers’ Compensation Forum (AWCF) 2019 di Nusa Dua, Bali, Selasa (22/1/2019).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengungkapkan, tujuan diselenggarakannya forum ini untuk mendiskusikan kebutuhan jaminan sosial bagi pekerja di Asia.

“Kebutuhan akan perlindungan jaminan sosial bagi setiap individu merupakan hal penting yang mendasari tercapainya kesejahteraan hidup, apalagi dalam menghadapi perkembangan implementasi industri 4.0,” kata Agus usai pembukaan AWCF.

Menurutnya, penyelenggara jaminan sosial selalu  berusaha memenuhi kebutuhan akan jaminan sosial yang baik bagi pesertanya.

“Melalui forum inilah kita berusaha sharing dan mendapatkan masukan tentang kompensasi atau manfaat jaminan sosial yang terbaik untuk peserta, yang sesuai dengan perkembangan implementasi  industri 4.0,” ujar Agus.

Agus mengungkapkan, perkembangan implementasi induatri 4.0 mampu meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan kerja baru, yang juga ditunjang oleh perkembangan teknologi yang pesat.

“Tentunya lembaga jaminan sosial juga harus menyesuaikan manfaat jaminan bagi peserta sesuai perkembangan induatri 4.0 ini. Dan kita berharap mendapat banyak masukan dari forum ini,” harap Agus dalam acara yang dibuka Dirjen Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan  Haiyani Rumondang.

Haiyani sendiri berharap forum AWCF bisa memberikan terobosan peningkatan manfaat jaminan sosial bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

AWCF adalah sebuah organisasi internasional yang concern terhadap penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya terkait kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

AWCF pertama kali berdiri pada tahun 2012 dimana para anggotanya terdiri dari 13 institusi penyelenggara jaminan sosial dari 10 negara di Asia.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, adalah Chairman AWCF Periode 2016-2018.

“Besok  kami akan mengadakan pemilihan Chairman Ke-4 AWCF periode 2018-2020 untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan yang sebelumnya dipegang oleh saya. Semoga melalui kegiatan yang kami lakukan hari ini dapat mendorong lembaga jaminan sosial ketenagakerjaan di Asia untuk bergabung kedalam forum AWCF sehingga organisasi ini menjadi lebih besar dan berkembang serta memberi manfaat yang lebih luas ke depannya”, pungkas Agus.

Narasumber  dalam forum ini dari dalam negeri seperti perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, Haiyani Rumondang dan Lena Kurniawati, Bappenas diwakili oleh Maliki , dan Kantor Staff Kepresidenan oleh Bimo Wijayanto.

Sementara narasumber dari organisasi luar negeri di antaranya Datin Azlaily Abd Rahman (Malaysia) yang merupakan representasi dari International Sosial Security Association (ISSA), Markus Ruck (Jerman) mewakili ILO, dan Nobuaki Fujii (Jepang) dari JICA. (tri/yp)