Thursday, 05 December 2019

Seorang Bahkan Divideokan

Tiga Buruh Bangunan Perkosa Anak Tiri

Senin, 28 Januari 2019 — 18:57 WIB
Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan didampingi Kasat Reskrim setempat AKP Alexander Yurikho saat menjelaskan kasus pemerkosaan

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan didampingi Kasat Reskrim setempat AKP Alexander Yurikho saat menjelaskan kasus pemerkosaan

TANGERANG – Tiga buruh bangunan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten tega memperkosa dan berbuat cabul terhadap anak tirinya. Ketiga tersangka diamankan jajaran Polres Tangsel dari tempat berbeda.
“Kami sudah mengamankan tiga pelaku. Mereka mengaku mencabuli anak tirinya saat rumah dalam keadaan sepi ,” kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawab didampingi Kasat Reskrim setempat AKP Alexander Yurikho, Senin (28/1).

Tersangka AW ,39, warga Kelurahan Pademangan, Setu mencabuli anak tiribya PDA, 6, dengan cara mengosok gosok kemaluan hingga terjadi penetrasi.

Kejadian itu dilakukan saat rumah dalam keadaan sepi Desember 2018 lalu dengan mengancam agar tidak melaporkan ke ibu bernama D, 36, dan orang lain.

Ibunya merasa curiga karena saat korban PDA ingin buang air kesakitan setelah dibujuk dan ditanya mengaku ayahnya telah berbuat tidak senonoh.

Hal yang sama juga dilakukan Er, 31, warga Rawa Buntu, yang nekat menggagahi anak tirinya HEA, 12, setiap pulang sekolah hingga kasusnya dilaporkan ke ibu kandungnya.

Korban mengaku perbuatan cabul dilakukan ayah tirinya saat ibunya NQ, 28, bekerja atau tidak di rumah.

Menurut AKBP Ferdy Irawan, pelaku melakukan aksi cabul saat rumah sepi sebelum istrinya pulang kerja. Pelaku yang bekerja sebagai buruh bangunan melakukan pencabulan beberapa kali saat korban pulang dari sekolah.

DIREKAM VIDEO

Tersangka HTi, 45, buruh bangunan, warga Karang Jaya, Palembang diduga memperkosa anak tirinya RMS, 14, sekitar bulan September 2018 di rumahnya di kawasan Pondok Aren.

Selain memperkosa, tersangka juga sempat mengambil gambar melalui video handphone yang dipergunakan sebagai alat untuk menakut nakuti korban jika mengadukan aksi bejat ayah tirinya akan disebar luaskan ke masyarakat.

Korban akhirnya melaporkan perbuatan ayah tirinya ke ayah kandung dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tangsel bulan September 2018 lalu termasuk dua masus pelecehan sebelumnya yang dilaporkab ibu kandungnya.
Atas perbuatan kejinya ketiga pelaku dijerat melanggar Pasal 81 dan atau 82 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukuman penjara 15 tahun penjara,” katanya. (anton/b)