Tuesday, 19 November 2019

Ahmad Dhani Divonis 1,5 Bui, BPN: Ancaman Serius Demokrasi

Selasa, 29 Januari 2019 — 8:51 WIB
Ahmad Dhani dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (cw6)

Ahmad Dhani dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (cw6)

JAKARTA –  Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis bersalah Ahmad Dhani atas kasus ujaran kebencian. Musisi ini langsung dibawa ke LP Cipinang dan harus menjalani hukuman 1,5 tahun penjara.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut proses hukum yang menjerat Ahmad Dhani sebagai bentuk ketidakadilan. Ia menilai apa yang dialami pentolan grup band Dewa 19 tersebut merupakan ancaman bagi demokrasi Indonesia karena hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami melihat ada ketidakadilan yang dipertontonkan secara vulgar, bagi kami ini yang terjadi terhadap Dhani adalah ancaman serius bagi demokrasi Indonesia,” kata Dahnil kepada poskotanews, Selasa (29/1/2019).

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini menjelaskan yang disampaikan Dhani dalam akun media sosialnya yang menjadi sebab dirinya dipenjara bukan pelanggaran hukum. Sebaliknya, hal itu bentuk kritikan yang wajar.

“Betul (proses hukum yang salah), Tweet Dhani adalah ekspresi dan kritik. Namun kemudian dikriminalisasi,” tandas Dahnil.

Hakim menyatakan Dhani terbukti menimbulkan kebencian terhadap suatu golongan dengan menyuruh melakukan, menyebarkan informasi atas golongan berdasarkan suku, agama dan ras terkait cuitannya di akun twitter @AHMADDHANIPRAST.

Dhani divonis telah melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan hukuman satu tahun enam bulan. Majelis Hakim telah memerintahkan Dhani langsung ditahan. (yendhi/yp)