Wednesday, 20 November 2019

Politisi Muda PPP: Kasus Ahmad Dhani Dampak Buruk dari Media Sosial

Selasa, 29 Januari 2019 — 15:37 WIB
Politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Teddy Yulianto.(ist)

Politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Teddy Yulianto.(ist)

JAKARTA –  Musisi Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara oleh majelis hakim PN Jakarta Selatan. Politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Teddy Yulianto meminta kasus ini dijadikan pembelajaran bagi masyarakat.

Ahmad Dhani terbukti menyebarkan kebencian bernuansa SARA melalui akun Twitter miliknya, @AHMADDHANIPRAST, yang ditujukan kepada seseorang atau sekelompok orang.

Setelah menetapkan vonis, hakim memerintahkan Dhani ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Caleg DPRD DKI dapil Jaksel 7 nomor urut 8 ini berpendapat, berkaca dari kasus ini penting memilih pemimpin yang memiliki integritas dan menjunjung tinggi kemajemukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bagaimana bangsa yang terkenal kemajemukannya kalau dipimpin orang yang suka menyebarkan kebencian,” kata Teddy Yulianto, Selasa (29/1/2019).

Teddy mengaku sangat menyayangkan musisi yang multi talenta seperti Ahmad Dhani bisa terjerat kasus seperti ini.

Jangan  Terjerumus

Menurut pengusaha muda yang bergerak di bidang UMKM ini, kasus yang menjerat Ahmad Dhani membuktikan perilaku di dunia maya (media sosial) berdampak pada dunia nyata.

Ia mengajak masyarakat, tidak terkecuali para ibu rumah tangga, untuk mengajarkan dan mengingatkan kepada anggota keluarganya agar tak menyebarkan ujaran kebencian dan mem-forward berita hoax di media sosial.

“Mari kita bersama-sama menjaga dan mendidik anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam sebuah masalah,” ujarnya. (tiyo/tri)