Wednesday, 13 November 2019

Ahmad Dhani dan Jaksa Sama-Sama Mengajukan Banding

Kamis, 31 Januari 2019 — 16:44 WIB
Ahmad Dhani di ruang sidang. (dok/cw2)

Ahmad Dhani di ruang sidang. (dok/cw2)

JAKARTA – Ahmad Dhani melalui kuasa hukumnya, mengajukan banding di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Kamis (31/1/2019). Disaat bersamaan jaksa juga menyatakan banding.

Tim kuasa hukum Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko mengatakan, adanya banyak kejanggalan menjadi salah satu alasan mereka mengajukan banding. Alasan lainnya, kliennya hingga saat ini merasa tidak pernah melakukan ujaran kebencian.

“Mas Dhani tidak pernah merasa melakukan ujaran kebencian, makanya kita lakukan banding. Apalagi di tingkat pertama banyak sekali kejanggalan, pertimbangan hukum yang dangkal yang akan kita uji nanti di PT (Pengadilan Tinggi),” kata Hendarsam.

Kuasa hukum Ahmad Dhani lainnya, Ali Lubis mengatakan, kliennya berharap dapat bebas dari balik jeruji besi. Ali optimis terkait banding ini, lantaran banyaknya pertimbangan majelis hakim yang tidak sesuai norma hukum. Selain itu, penjelasan hukum dari majelis hakim disebut Ali kurang jelas dan tidak lengkap.

“Kalau harapan dari banding sih kita harapannya bebas, karena kan berdasarkan analisa hukum kami selaku penasihat hukum, bahwasanya dalam persidangan putusan majelis hakim itu kan banyak sekali norma hukumnya yang tidak sesuailah diterapkan oleh majelis hakim dalam pertimbangannya,” beber Ali.

Seperti diketahui, Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara dan diperintahkan untuk ditahan Senin (28/1/2019) karena didakwa melanggar pasal 45 huruf a junto pasal 28 ayat 2 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pentolan Grub Band Dewa 19 ini lalu dijebloska je Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur.
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Supardi memastikan pihaknya selaku jaksa penuntut umum (JPU) akan juga mengajukan banding terhadap vonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut..

“Ya kalau terdakwa mengajukan banding atas putusan hakim, kami selaku JPU sama-sama juga mengajukan banding. Walapun putusan dari hakim sebenarnya sudah lebih dari separuh tuntutan JPU,” kata Supardi.

Dia mengungkapkan langkah dari JPU yang banding sesuai dengan Surat Edaran (SE) Jaksa Agung Nomor SE 001 tahun 1995 tanggal 27 April 1995 tentang Pedoman Tuntutan Pidana. Dalam Surat Edaran Jaksa Agung menyebutkan apabila terdakwa mengajukan banding maka JPU harus meminta banding. “Kecuali jika terdakwa tidak melakukan upaya hukum seperti banding, kami juga wajib melakukan hal yang sama tidak banding,” tutur Supardi.

Dikatakannya juga pengajuan banding untuk menghindari JPU tidak bisa mengajukan kasasi. “Karena menurut Undang-Undang Mahkamah Agung, kalau terdakwa banding dan kita dari JPU tidak ikut banding maka nanti kita tidak bisa mengajukan kasasi,” imbuhnya. (Adji/b)

Terbaru

Petugas memeriksa pengunjung Polres Jakarta Utara.
Rabu, 13/11/2019 — 16:14 WIB
Pengamanan di Polres Jakarta Utara Diperketat
Sejumlah kendaraan di pusat pemerintahan provinsi banten hancur tertimpa pohon saat kota serang dilanda hujan angin. (ist)
Rabu, 13/11/2019 — 15:46 WIB
Kota Serang Porak Poranda Diterjang Hujan Angin
Pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan.(ist)
Rabu, 13/11/2019 — 15:33 WIB
Bom Polrestabes Medan
Polisi: Pelaku Lilitkan Bom di Pinggang