Wednesday, 13 November 2019

Gubernur DKI Besuk Tiga Petugas Jumantik Korban Penganiayaan

Minggu, 3 Februari 2019 — 14:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi petugas PKK Kel. Lenteng Agung yang bertugaa jemantik nyamuk digebuki warga.(adji)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi petugas PKK Kel. Lenteng Agung yang bertugaa jemantik nyamuk digebuki warga.(adji)

JAKARTA –  Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menjenguk petugas juru pemantau jentik atau Jumantik Kelurahan Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang menjadi korban pemukulan warga, Minggu (3/2/2019).

Ketiga korban yang  babak belur yakni Felicia (38), Jayanti (38), dan Nur Azizah (40) digebuki oleh tersangka Marwan Sangaji  (39), saat akan melakukan kegiatan jentik nyamuk.

Anies datang ke lokasi, usai menjenguk pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Pasar Minggu. Saat tiba di lokasi, ketiga korban yang mendapat perlakuan kekerasan menceritakan kejadian pemukulannya ke Anies.

Salah satunya adalah Jayanti, yang mendapat luka lebam di bagian mata. Ia menceritakan, kejadian bermula saat sedang bertugas memantau jentik nyamuk di rumah warga.

“Saya kan datang seperti tamu biasa, permisi, Assalamualaikum saya dari kader Jumantik, mau memeriksa  izin ke bapak itu. Ngomong baik-baik, terus langsung bangun dari duduknya, langsung spontan ‘tidak usah’, rumah saya sudah bersih’, gitu. ‘Situ disuruh sama siapa?’,” tutur Jayanti kepada Anies di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta, Minggu (3/2/ 2019).

(Baca: Ini Alasan Tersangka Penganiaya Tiga Petugas Jumantik di Jagakarsa, Lenteng Agung)

 

“Kenapa alasan bapak tidak mau diperiksa?. ‘Pokoknya saya sudah bisa membersihkan sendiri’, dia ngomong gitu saja. Ya sudah, nanti bapak saya foto, saya kirim untuk laporan ke kelurahan. Terus, langsung begini (mengancam pakai tinju,” jelasnya.

Ia menjelaskan, timnya sedang bertugas memberantas sarang nyamuk. Setidaknya saat itu, ada 13 orang petugas Jumantik yang seluruhnya merupakan perempuan. Pelaku menolak dibersihkan, lantaran mengaku bisa membersihkan sendiri.

“Kalau saya, justru berdiri agak jauh. Tetapi, karena saya yang sudah engak bisa ke mana-mana dia cepat berdiri, cepat banget nyerang semua, semuanya diserang. Pakai pukulan tangan, jadi saya sudah tidak sempat lari. Dan teman saya ada yang dijedotin berkali-kali. Saya pusing,” katanya.

Sebelumnya Tiga Emak-emak PKK Kelurahan Lenteng Agung digebuki penghuni rumah di Jl. Haji Ali RT 08/05, Kel. Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019) pk. 08:30 WIB.

Tersangka pun ditahan Polsek Jagakarsa dan dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. (adji/tri)