Saturday, 19 October 2019

Parkir di Kolong Tol Becakayu, 21 Mobil Diderek

Kamis, 14 Februari 2019 — 19:58 WIB
mobil-mobil yang parkir di kolong tol Becakayu sehingga ditindak petugas. (Ifand)

mobil-mobil yang parkir di kolong tol Becakayu sehingga ditindak petugas. (Ifand)

JAKARTA – Sebanyak 21 unit mobil derek petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur, karena parkir di kolong Tol Becakayu, Makasar, Jakarta Timur. Tindakan tegas itu diambil karena pemilik memanfaatkan lokasi itu tempat parkir umum.

Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sudinhub Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan, penindakan dilakukan enindaklanjuti laporan warga. Dimana selama ini, pemilik mobil memarkir kendaraannya dengan sesuka hati. “Ini sudah dikeluhkan masyarakat, jadi untuk menghindari kerawanan yang disebabkan parkir liar kami tertibkan kendaraan tersebut,” katanya, Kamis (14/2).

Dalam penertiban kali itu, kata Dahlan, pihaknya menderek 21 mobil yang ada. Dimana sebagian besar mobil uang parkir di kolong tol Becakayu itu merupakan milik warga sekitar yang rumahnya didalam gang. “Ada juga beberapa kendaraan milik showroom mobil yang sengaja dipajang di kolong tol,” ujarnya.

Dikatakan Dahlan, sebelum melakukan penertiban, pihaknya sudah memberikan sosialisasi ke pemilik mobil. Bahkan, pihak Sudinhub juga sudah memberi tenggat waktu selama dua hari kepada pemilik mobil. “Namun karena tak juga diindahkan, kami langsung derek untuk dibawa ke kantor Sudinhub Rawamangun,” terangnya.

Nantinya, sambung Dahlan, pemilik mobil akan dikenakan sangsi dengan denda senilai Rp500 ribu perharinya. Dan bila memang belum juga diambil, denda itu akan semakin berlipat. “Sesuai SOP bagi warga yang ingin mengambil mobilnya bisa langsung mengambilnya ke sini, setelah sebelumnya membayar denda di bank,” ujarnya.

Dari penindakan yang dilakukan, lanjut Dahlan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memarkirkan kendaraan mereka di sembarang tempat. Pihaknya juga meminta kepada masyarakat yang membeli mobil harus terlebih dahulu memiliki garasi. “Ini sesuai dengan Perda No 5 tahun 2014 tentang transportasi, dimana setiap pemilik kendaraan harus memiliki garansi atau lahan parkir sendiri,” pungkasnya. (Ifand/M4/b)