Friday, 18 October 2019

Ladang Ganja di Purwakarta, Kasusnya Dilimpahkan ke Polres Yogyakarta

Senin, 18 Februari 2019 — 22:38 WIB
Kapolres Purwakarta AKBP Matrius memberikan keterangan pers terkait penemuan ladang ganja diwilayahnya. (dadan)

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius memberikan keterangan pers terkait penemuan ladang ganja diwilayahnya. (dadan)

PURWAKARTA – Kapolres Purwakarta AKBP Matrius menegaskan pihaknya telah menyeterilisasi lokasi penemuan ladang ganja di Kampung Paranggomong, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Purwakarta, Jawa Barat.

Ganja siap panen yang ditanam di 650 polibag dengan jumlah mencapai 1.300 batang pohon telah dievakuasi ke Mapolresta Yogyakarta untuk dijadikan barang bukti.

“Wilayah di sekitar ditemukan ladang ganja telah kita sterilkan. Luas lahan yang dijadikan kebun ganja ini, mencapai 300 meter persegi. Seluruh barang bukti tanaman ganja yang lima hari kedepan akan dipanen langsung disita,”jelas Matrius, saat konfrensi pers Senin (18/02/2019).

Kapolres menyebutkan kasus ini terungkap saat Satresnarkoba Polresta Yogyakarta menangkap salah seorang mahasiswa asal Karawang, yang kedapatan membawa ganja siap edar.

Dari pengakuan tersangka ganja tersebut diperoleh dari tersangka Sarwin (40) warga Kampung Gintung Tengah, Desa Gintung Kerta, Kecamatan Klari, Karawang.

Dari tersangka Sarwin itu, akhirnya mengerucut pada ladang ganja yang ditanamnya di wilayah Sukasari. Adapun lahan yang dijadikan kebun ganja ini, merupakan milik Perhutani.

Lahan tersebut, sambungnya, sebenarnya digarap oleh bapaknya tersangka Sarwin, yakni Tayim atau Babeh Keling. Untuk mengelabui petugas dan masyarakat, ganja tersebut ditanam di polibag. Lalu, disamarkan dengan tanaman lainnya. Seperti, pepaya, cabai rawit dan pisang.

“Kenapa tidak terdeteksi sejak dini, karena tersangka Sarwin ini sengaja menanam ganja di polibag supaya bisa dipindah-pindah,” kata Matrius.

Termasuk, bila tak terungkap, ada kemungkinan setelah ganja itu dipanen, tersangka Sarwin akan menanam lagi di daerah lain. Sebab, di Purwakarta saja, dia menanam sejak akhir Desember 2018 lalu. Jadi, memang rentang waktu tanamnya relatif singkat.

Lebih lanjut Matrius menuturkan pihaknya akan mengintensifkan pengawasan. Terutama, di wilayah perbukitan. Sebab, selain di Aceh, ternyata kondisi lingkungan di Purwakarta cocok untuk tanaman ganja.

Untuk itu, pihaknya akan sering melakukan penelusuran ke wilayah perbukitan. Salah satunya, dengan cara pakai motor trail, ataupun menggelar bakti sosial ke masyarakat yang tinggal di perbukitan.

“Kita juga akan intensifkan babinkamtibmas dibantu babinsa, untuk mengawasi wilayah perbukitan yang jarang terakses warga,” pungkasnya.(dadan/b)