Wednesday, 23 October 2019

Mengelabui Polisi, Sabu Dibungkus Makanan Abon

Jumat, 22 Februari 2019 — 20:16 WIB
Kapolres Metro Tangerang Kombes Abdul Karim .

Kapolres Metro Tangerang Kombes Abdul Karim .

TANGERANG – Beragam cara digunakan pengedar narkoba agar bisa meloloskan barang haram tersebut . Seperti yang diungkap Satnarkoba Polres Metro Tangerang.

Dua bandar sabu dicokok tim buser pimpinan Kasat Narkoba AKBP Bagoes Wibisono di dua lokasi di Jakarta Timur. Kristal haram seberat 384,12 gram berhasil disita dalam bungkus makanan Abon Lele Medan.
Kapolres Metro Tangerang Kombes Abdul Karim mengatakan, pihaknya mengamankan ES (25) dan SP (43) setelah mendapat informasi masyarakat yang mencurigai adanya transaksi sabu di kawasan Benda, Kota Tangerang, Sabtu (9/2/2019).

Pengungkapan kasus bermula ketika tim buser meringkus ES di Jatinegara, Jakarta Timur. Dari tangan bandar sabu itu, petugas elaku, mengamankan barang bukti sabu seberat 55,46 gram.

“Pemantauan terhadap pelaku dilakukan selama kurang lebih dua minggu. Pelaku ES kami tangkap terlebih dahulu di Jatinegara, Jakarta Timur,” kata Abdul Karim di Mapolres Metro Tangerang, Jumat (22/2/2019).

Dari hasil interogasi, lanjut Karim, tim buser kemudian mengembangkan pengungkapan kasus tersebut, yakni dengan menangkap SPpemasok sabu ke tangan ES.

“Lalu SP kami amankan di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur. Dan mengamankan lima paket sabu seberat 328,66 gram yang dikemas dengan menggunakan bungkus makanan Abon Lele Medan,” bebernya.

“Modus mengemas sabu dalam kemasan dilakukan pelaku untuk mengelabuhi petugas, tapi tindakan itu gagal karena anggota lebih jeli,” sambung Karim.

Kapolres menambahkan, SP mengaku jika sabu tersebut didapat dari seorang bandar berinisial SS. SP mengaku hanya berkomunikasi dengan SS melalui telepon. Saat ini pihaknya, kata Karim, tengah memburu SS yang diduga sebagai jaringan narkoba internasional.

“Pemasok sabu tengah dalam perburuan tim dilapangan,” ujar mantan Dirkrimsus Polda Banten ini.

Kedua pelaku yang telah digelandang di Mapolres Metro Tangerang Kota tersebut disangkakan pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara atau hukuman mati.

“Dari barang bukti narkotika jenis sabu yang diamankan, bisa menyelamatkan 7.185 orang,” pungkas Kapolres. (Imam)