Saturday, 19 October 2019

Ngopi Bareng Milenial, Sekjen PDIP: Jokowi Dorong Industri Kopi Berkembang

Jumat, 22 Februari 2019 — 22:47 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat ngopi bareng milenial di Bandung. (ikbal)

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat ngopi bareng milenial di Bandung. (ikbal)

BANDUNG – Kedai kopi menjamur sebagai sebuah tren belakangan ini. Industri yang menjamah hampir di semua kota, termasuk di Kota Bandung itu tidak sedikit dikembangkan oleh kaum milenial.

Ingin mendengar aspirasi dan seluk beluk serta keluhan dari penikmat, pegiat dan pengusaha, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mendatangi sebuah kedai kopi, Sinopis Creative Space di Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/2/2019) malam.

Didampingi Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Tubagus Hasanuddin, sebuah diskusi digelar sebagai bagian dari safari politik VIII PDIP. Meski digelar dengan santai nan hangat namun substansi diskusi tetap dapat tersampaikan.

Seorang pecinta kopi Fery, atau Kang Fey, menuturan  kedai kopi sudah menjamur di Kota Bandung, ini. Diperkirakan ada  sekitar 500 kedai kopi di Bandung. Menurutnya dari kedai kopi proses kreasi, kreativitas, ide bisa dikelola menjadi pergerakan positif. Kang Fey juga mengungkap bahwa siklus kopi ini sangat memberikan kontribusi positif bagi manusia.

“Circle-nya manusia selamatkan kopi, kopi selamatkan hutan, dan hutan kembali menyelamatkan manusia. Satu pohon menyuplai oksigen untuk 10 orang,” ungkapnya.

Dia menjelaskan kopi tidak produktif kalau kebun atau hutan tempatnya tumbuh menyerap lebih dari 40 persen matahari. Jadi, butuh pohon pelindung. “Kalau kami menyebutnya hutan kopi. Dan yang perlu diketahui akar pohon kopi bisa menahan longsor selama 20 tahun,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menyoroti konsumsi kopi di Indonesia. Berdasar sebuat riset, imbuhnya, ada 1,6 juta hektar kebun kopi di Indonesia yang bisa menghasilkan 1000 ton per hari. Dari sisi konsumsi, Indonesia masih kekurangan sekitar 200 hingga 500 ton per hari.

Satu orang Indonesia mengonsumsi kopi lebih dari 20 gram setiap hari. Jika dikalikan dengan jumlah orang yang ngopi, yakni 60 juta, berarti sehari bisa menghabiskan 1200 ton. Masalahnya, dari 1200 ton produksi kopi, 500 ton diekspor. Pada akhirnya banyak pula kopi-kopi yang beredar karena dicampur jagung dan beras.

Sementara itu Hasto menyatakan Presiden Joko Widodo mendukung industri kopi di Indonesia. Jokowi yang juga pecinta kopi mendorong agar tren minum kopi naik.  “Karena Pak Jokowi memahami apa yang disenangi anak muda atau para milenial,” ujar Hasto.

Dia mengatakan Bandung sebagai pusat kreativitas apapun terlihat baik. Bandung khususnya dan Jawa Barat umumnya, telah banyak melahirkan kreativitas, pejuang, maupun para tokoh.

Bahkan, ujar Hasto, Bung Karno juga dulu belajar soal nasionalisme, patriotisme, mencintai alam, bertemu Marhaen di Bandung, hingga akhirnya dirumuskan dalam Pancasila.  “Bandung adalah kreativitas untuk Indonesia Raya,” pungkas Hasto. (ikbal/win)