Thursday, 21 November 2019

Puluhan Pengemudi Ojek Online Ditindak Petugas Dishub

Senin, 25 Februari 2019 — 20:58 WIB
Penindakan yang dilakukan petugas dishub terhadap ojek online. (Ifand)

Penindakan yang dilakukan petugas dishub terhadap ojek online. (Ifand)

JAKARTA – Puluhan sepeda motor ojek online yang mangkal di Jalan Penggambiran, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur diusir petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Senin (25/2/2019). Tindakan persuasif itu dilakukan sebagai langkah awal sebelum memberi tindakan tegas bagi mereka.

Penindakan itu sebagai tindaklanjut atas laporan warga yang disampaikan melalui redaksi Pos Kota melalui pesan singkat yang bertuliskan Kepada Yth pihak terkait, tolong tertibkan ojek online yang mangkal di Jalan Penggambiran, Rawamangun. Akibat keberadaan mereka, membuat jalan menjadi macet, tolong ditindaklanjuti. Terima kasih (085380110xxx)

Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sudinhub Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan, penindakan yang dilakukan pihaknya untuk menjawab keluhan warga khususnya pengguna jalan. Pasalnya, keberadaan ojek online yang mangkal sembarang sudah semakin menjamur. “Atas hal itu petugas langsung diterjunkan khusus untuk mengusir gerombolan yang ada,” katanya, Senin (25/2).

Salah satu lokasi yang disasar pihaknya, kata Dahlan, adalah Jalan Penggambiran, Rawamangun. Di mana puluhan ojek yang mangkal di badan jalan ditegur dan diminta tidak mangkal di pinggir jalan. “Untuk kali ini kami beri tindakan teguran dahulu agar tidak memakan badan jalan saat menunggu penumpang,” ujarnya.

Selanjutnya, bila dalam operasi berikutnya masih ditemukan kerumunan ojek online, kata Dahlan, pihaknya akan memberi sangsi tegas. Dengan melibatkan kepolisian pihaknya akan mengakut motor-motor ojek online untuk ditindak. “Karena nantinya akan diberi sangsi tilang atas pelanggaran yang dilakukan,” ungkap Dahlan.

Untuk sementara, sambung Dahlan, agar pengojek online tak kembali turun ke jalan, pihaknya akan menempatkan petugas. Di mana anggota dishub akan disebar di beberapa titik yang selama ini kerap dijadikan tempat mangkal mereka. “Kami sendiri sudah memiliki data lokasi-lokasi yang selama ini dikeluhkan warga atas keberadaan ojek online,” pungkasnya. (Ifand/b)