Monday, 14 October 2019

Emak-emak Diduga Kampanye Hitam, BPN: Itu Terjadi Alamiah

Selasa, 26 Februari 2019 — 22:57 WIB
Wakil Ketua BPN, Priyo Budi Santoso. (ikbal)

Wakil Ketua BPN, Priyo Budi Santoso. (ikbal)

JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno menyatakan tidak ada perintah untuk melakukan kampanye hitam, baik kepada tim kampanye maupun relawan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua BPN, Priyo Budi Santoso, di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).  Menurut dia, timnya (BPN) melakukan kampanye dengan santun dan sesuai etika.

“Kami bersedih terhadap peristiwa itu, yang jelas tidak ada perintah yang resmi, tidak pernah ada arahan resmi dari BPN  Prabowo Sandi untuk melakukan hal-hal yang melanggar tata etika dan aturan,” katanya di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

Sebelumnya viral di media beberapa ibu-ibu melakukan kampanye hitam. Mendatangi rumah per rumah, mereka meyakinkan orang agar tidak memilih  Jokowi pada Pilpres 2019. Mereka juga menyebar isu pelarangan azan dan legalisasi pernikahan sesama jenis jika Jokowi kembali jadi presiden. Ketiganya kemudian diamankan Polda Jabar pada Minggu (24/2/2019).

Selanjutnya, Priyo yang juga Sekjen (Sekretaris Jenderal)  Partai Berkarya itu mengatakan yang dilakukan tiga ibu-ibu tersebut bersifat alamiah. BPN tidak bisa berbuat banyak karena hal itu merupakan improvisasi dari simpatisan.

“Kejadian semacam itukan alamiah terjadi di masyarakat kita, yang tidak bisa dibendung oleh siapapun juga, karena kreasi dari masing-masing, dan tidak bisa ada mesin yang menghalang-halangi itu semua,” tandasnya.

Priyo mengatakan hal serupa juga bisa terjadi pada Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Bahkan dia mengaku memiliki bukti rekaman kampanye hitam yang ditujukan kepada Prabowo.

“Itu bisa terjadi kesiapapun juga, termasuk kalau nanti video yag sama yag dilakukan oleh pihak sangat begitu dramatisnya melakukan kampanye yang sangat hitam kepada Pak Prabowo itu sudah kami temukan, tunggu aja, dan itu terjadi di lapangan,” ungkap mantan politisi Golkar itu. (ikbal/win)