Monday, 14 October 2019

Ma’ruf Amin Minta Polisi Ungkap Aktor Intelektual Kampanye Hitam 3 Emak-emak

Selasa, 26 Februari 2019 — 12:35 WIB
Cawapres Ma'tuf Amin dalam kunjungannya ke Kuningan, Jawa Barat. (ist)

Cawapres Ma'tuf Amin dalam kunjungannya ke Kuningan, Jawa Barat. (ist)

KUNINGAN – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin angkat bicara terkait kampanye hitam yang ditujukan pada Joko Widodo oleh beberapa ibu di Karawang, Jawa Barat. Ia meminta polisi menuntaskan kasus itu hingga didapat aktor intelektualnya.

Sebelumnya viral di media sosuial beberapa ibu melakukan kampanye hitam. Mereka mendatangi rumah ke rumah meyakinkan orang agar tidak memilih Jokowi pada Pilpres 2019. Mereka juga menyebar isu pelarangan azan, larangan mengenakan hijab dan diperbolehkannya pernikahan sesama jenis bila Jokowi kembali jadi presiden.

“Saya kira itu harus terus diproses karena harus dicari aktor intelektualnya. Sebab kalau tidak ini bakal ada lagi keluar. Jadi sumber hoaks itu harus diketahui dan harus diproses,” katanya di sela kunjungan politik di Kuningan, Jawa Barat, Selasa (26/2/2019).

Mantan Rais Aam PBNU itu mengaku khawatir dengan maraknya kampanye hitam di musim kampanye ini. Hal ini dianggapnya bisa menimbulkan konflik di masyarakat.

“Ini sangat berbahaya bagi demokrasi penegakan demokrasi dan keutuhan bangsa ini,” tegas Ma’ruf.

Ketua Umum MUI itu merasa heran sekaligus menyayangkan adanya fitnah seperti itu di saat negara ingin menegakkan demokrasi melalui pilpres yang jujur dan bersih.

“Tetapi kemudian dikotori dengan cara seperti itu. Konflik horizontal konflik vertikal dan bahaya dan juga merusak demokrasi,” tutupnya.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat menangkap tiga emak-emak yang diduga melakukan kampanye hitam pada Minggu (24/2/2019). Penangkapan dilakukan sebagai langkah preventif karena yang dilakukan ibu-ibu itu dianggap berpotensi menimbulkan konflik dan meresahkan masyarakat. (ikbal/yp)