Tuesday, 19 November 2019

Jokowi Tegaskan Pemerintah Berupaya Dongkrak Harga Karet

Sabtu, 9 Maret 2019 — 18:58 WIB
Presiden Jokowi di kebon karet di Kabupaten Banyuasin,  Sumsel, Sabtu (9/3/2019). (ist)

Presiden Jokowi di kebon karet di Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Sabtu (9/3/2019). (ist)

JAKARTA  – Presiden Jokowi menegaskan pemerintah terus berupaya dalam mendongkrak harga karet yang sedang menurun. Upaya yang dijalankan pemerintah di antaranya adalah berkomunikasi dengan negara-negara penghaasil karet, seperti Malaysia dan Thailand.

“Rendahnya harga karet tersebut merupakan salah satu imbas dari kondisi ekonomi dunia yang juga turun,” kata Jokowi saat bersilaturahmi dengan para petani karet se-Provinsi Sumatra Selatan di Balai Pusat Penelitian Karet Sembawa, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin,  Sabtu (9/3).

Presiden menuturkan, meskipun menanggung beban tekanan ekonomi dunia yang tidak gampang, Indonesia masih bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

“Kalau ekonomi dunia turun, artinya permintaan juga turun. Atas apa? Ya untuk barang-barang. Misalnya kelapa sawit. Kalau permintaan sawit turun, harga otomatis juga ikut turun,” ucap Jokowi.

Begitu juga untuk permintaan barang lainnya, lanjut dia, seperti batu bara, permintaan turun, harga juga turun,  termasuk karet juga sama. “Inilah problem besar kita karena ekonomi dunia belum normal,” ujar Jokowi menambahkan.

Khusus untuk karet, kata Presiden, upaya pemerintah di antaranya sudah berkomunikasi dengan negara-negara produsen karet lain di dunia seperti Malaysia dan Thailand.

“Karena produsen terbesar karet ada di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kita sudah berhubungan dengan menteri-menteri mereka. Untuk mengendalikan agar suplai ke pasar bisa diturunkan,” Jokowi menerangkan.

Presiden juga mengakui tidak mudah dalam negosiasi terkait masalah ini. Tiga minggu lalu komunikasi sudah dilakukan dengan Malaysia dan Thailand. Hasilnya sudah mulai terasa, yakni harga karet mulai merangkak naik dua pekan terakhir ini.

“Dulu Rp5.000-Rp6.000, sekarang Rp8.300 sampai Rp9.000. Ini harus disyukuri karena ekonomi dunia masih pada posisi yang belum baik. Tetapi akan menuju normal kembali,” lanjut Jokowi.

Ia mengatakan sebagian harus kita gunakan sendiri sehingga suplainya ke dunia berkurang, harga akan terdongkrak naik. Salah satunya kita akan pakai karet untuk aspal.

Hadir dalam acara itu, Ibu Negara Ny Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru. (johara/win)