Monday, 21 October 2019

Survei SMRC

Dari 13 Persen yang Tidak Percaya KPU-Bawaslu Netral, Mayoritas Pendukung Prabowo-Sandi

Minggu, 10 Maret 2019 — 17:17 WIB
Direktur SMRC, Deni Irvani (paling kiri) saat memaparkan hasil survei. (Yendhi)

Direktur SMRC, Deni Irvani (paling kiri) saat memaparkan hasil survei. (Yendhi)

JAKARTA – Nyaris 80 persen rakyat Indonesia percaya dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa melaksanakan Pileg dan Pilpres 2019 dengan baik serta netral sesuai aturan yang berlaku.

Hanya 13 persen yang percaya KPU dan Bawaslu tidak bisa bersikap netral dimana mayoritas adalah pendukung pasangan Capres Cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Angka tersebut berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research And Consulting (SMRC). Survei opini publik nasional ini dilakukan pada 24-31 Januari 2019 dengan melibatkan 1.620 responden yang dipilih secara random di seluruh Indonesia dengan margin of error 2,65 persen.

Menurut Direktur SMRC, Deni Irvani, KPU dan Bawaslu patut berbangga karena tingkat kepercayaan masyarakat masih tinggi meski diserang dengan berbagai isu yang mendiskreditkan mereka sebagai penyelenggara Pemilu. Namun demikian, tidak boleh terlena karena masih ada belasan persen yang tidak percaya dengan KPU dan Bawaslu.

“Perlu di catat terdapat 13 persen rakyat yang menilai KPU dan Bawaslu tidak netral, itu berarti sekitar 25 juta warga, dan jumlah besar ini menjadi masalah bagi KPU dan Bawaslu bila dimobilisasi,” kata Deni saat rilis hasil survei di kantor SMRC kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/3/2019).

Lebih lanjut Deni menjelaskan, mayoritas masyarakat tidak percaya dengan berbagai isu yang dibuat untuk menyerang KPU dan Bawaslu. Salah satu contohnya yakni isu adanya tujuh kontainer membawa 70 juta surat suara palsu dari China. Tercatat hanya empat persen yang percaya isu tersebut.

Namun, isu kotak suara terbuat dari kardus survei masyarakat berimbang. Antara yang yakin dan tidak yakin kotak suara bisa menjadi sumber kecurangan berada pada angka 35 persen. “Pemilih terbelah antara yakin dan tidak yakin kotak suara kardus bisa menjadi sumber kecurangan,” ucap Deni.

Menurut Deni, presentase pendukung Prabowo-Sandi cukup signifikan meragukan kerja KPU bisa menjalankan Pemilu dengan bersih dan jujur dimana hasil survei mencapai 23-25 persen. Sedangkan pendukung Jokowi-Ma’ruf hanya 4-5 persen yang tidak percaya.

Termasuk kepercayaan terhadap Bawaslu, tercatat 19-21 persen pendukung Prabowo-Sandi tidak percaya dengan kinerja Bawaslu. Sedangkan pendukung Jokowi-Ma’ruf hanya 5-6 persen yang tidak percaya.

“Dalam kasus isu tujuh kontainer surat suara palsu, lebih dari 75 persen pendukung Jokowi-Ma’ruf tidak mempercayai sementara 49 persen pendukung Prabowo-Sandi tidak mempercayai,” papar Deni.

Dalam isu kotak suara dari kardus rawan terjadi kecurangan, 30 persen pendukung Jokowi-Ma’ruf percaya busa menjadi sumber kecurangan dan 47 persen pendukung Prabowo-Sandi mempercayai. (yendhi)

Terbaru

Kasatpol PP Jakarta Selatan Ujang Hermawan.  (wandi)
Senin, 21/10/2019 — 8:55 WIB
Soal Panti Pijat Plus-Plus, Satpol PP Siap Sidak
Ilustrasi
Senin, 21/10/2019 — 8:45 WIB
Putus Sudah Urat Malunya
Joko Widodo mengucapkan sumpah jabatan saat pelantikannya sebagai Presiden RI periode 2019-2024. (timyadi)
Senin, 21/10/2019 — 8:17 WIB
Jangan Asal Pilih Menteri
Ilustrasi
Senin, 21/10/2019 — 8:04 WIB
Pemuda Curi HP Penghuni Rumah yang Tidur Pulas