Tuesday, 19 November 2019

Perlu Sosialisasi Masif Penyebab Kebakaran

Senin, 18 Maret 2019 — 7:44 WIB

KORSLETING lagi korsleting lagi. Kalimat ini mungkin sangat pas untuk menggambarkan penyebab kebakaran yang sering terjadi di Jakarta lantaraan korsleting listrik.

Kemarin, Minggu (17/3/2019), akibat korsleting listrik, 2.060 warga RW 05, Jalan Talib, Keluruhan Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, mengungsi karena rumahnya menjadi abu dimansa Si “Jago Merah”.

Dua ribu lebih warga kini mengungsi di sejumlah mesjid. Mereka berharap Pemprov DKI Jakarta atau dermawan memberikan logistik, pakaian layak huni hingga material.

Musibah kebakaran akibat korsleting listrik bukan pertama terjadi. Belum lama ini ratusan warga di Jalan Jelambar Utama IV, Gang Abadi, Petamburan, Jakarta Barat, kehilangan tempat tinggal juga akibat hal serupa. Malah dalam musibah itu satu orang tewas.

Angka kebakaran di Jakarta dari masa ke masa tergolong cukup tinggi. Korsleting akibat pemasangan listrik yang tidak memenuhi standar menjadi penyebab terbesar adanya musibah ini.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta mencatat selama Januari hingga Agustus 2018 sebanyak 1.087 kasus kebakaran terjadi di ibukota. Dari jumlah itu, penyebabnya 70 persen diantaranya karena persoalan kelistrikan.

Korsleting adalah suatu hubungan dengan tahanan listrik yang sangat kecil, mengakibatkan aliran listrik yang sangat besar dan bila tidak ditangani bisa mengakibatkan kebakaran.
Maraknya musibah kebakaran yang sering terjadi belakangan ini sudah seharusnya semua pihak meningkatkan kewaspadaan, terutama seputar kelistrikan baik di dalam rumah maupun permukiman.

Sosialisasilah secara masif seputar penyebab kebakara. Berikan kesadaran dan pemahaman kepada warga agar tidak main-main dengan kelistrikan.

Apalagi kini segera memasuki musim kemarau. Deputi Bidang Meteorologi memaparkan saat ini mulai memasuki periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Artinya selain korsleting listrik, musim kemarau juga bisa memberikan dampak bagi peningkatan jumlah kebakaran di ibukota. Karena itu, semua pihak tanpa kecuali harus waspada terhadap potensi mudahnya musibah kebakaran. @*