Thursday, 21 November 2019

Kuasa Hukum Bantah Jokdri Mangkir dari Panggilan Polisi

Senin, 25 Maret 2019 — 11:35 WIB
Kuasa Hukum Joko Driyono, Andru Bimaseta di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Senin (25/3/2019).(cw2)

Kuasa Hukum Joko Driyono, Andru Bimaseta di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Senin (25/3/2019).(cw2)

JAKARTA – Mantan Plt Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono dua kali menunda pemeriksaan kelima terkait pengrusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor sebagai tersangka.

Kuasa Hukum Joko Driyono, Andru Bimaseta, membantah penundaan tersebut karena kliennya ingin mangkir. Menurutnya, ada dua alasan Jokdri, sapaan akrab Joko Driyono, tidak menghadiri agenda pemeriksaan pada Senin (18/3/2019) dan Kamis (21/3/2019).

“Ada dua alasan yang pertama alasan keluarga, yang kedua alasan pekerjaan. Kenapa alasan keluarga, karena harus kembali ke Serang. Rumahnya Pak Joko ada di Serang kan,” ujar Andru di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).

Ia mengaku sudah mengirim surat permohonan agar pemeriksaan diadakan pada hari ini. Namun ternyata permohonan tersebut tidak dikabulkan. Penyidik mengirimkan panggilan untuk hadir pada Senin (18/3/2019). Namun karena berhalangan, ia mengirim kembali surat permohonan. Setelah panggilan kedua, akhirnya surat permohonan tersebut dikabulkan dan pemeriksaan diagendakan hari ini.

“Prinsipnya nggak ada mangkir ya pemanggilan. Kita memang sudah ajukan surat permohonan dari hari Jumat (15/3/2019) untuk dilakukan pemeriksaan tanggal 25 (Maret) ini” jelasnya.

Sebelumnya, Jokdri diduga menjadi dalang dari pengrusakan dan pencurian barang bukti yang dilakukan tiga tersangka kasus tersebut. Atas dugaan itu, status Jokdri pun ditingkatkan oleh penyidik Satgas Anti Mafia Bola menjadi tersangka.

Adapun penetapan Jokdri sebagai tersangka dilakukan sebelum tim penyidik melakukan penggeledahan di kediaman Jokdri di apartemen Taman Rasuna, kawasan Kuningan Jakarta Selatan dan juga ruang kerja pengganti Edy Rahmayadi ini di kantor PSSI.

Sampai hari ini, Jokdri sudah empat kali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, di antaranya pada Rabu (6/3/2019) dan Rabu, 27 Februari 2019. (cw2/yp)