Saturday, 19 October 2019

Kena OTT KPK, Golkar Pecat Bowo Sidik Pa‎ngarso

Kamis, 28 Maret 2019 — 19:29 WIB
Bowo Sidik Pangarso. (ist)

Bowo Sidik Pangarso. (ist)

JAKARTA – Kadernya terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Partai Golkar langsung bertindak tegas. Secara resmi memberhentikan Bowo Sidik Pa‎ngarso dari keanggotaan Komisi VI DPR dan dari organisasi kepartaian.

“Sesuai dengan AD/ART Golkar untuk memberhentikan Bowo Sidik Pangarso sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I, termasuk di DPR,” ujar Sekretaris Jenderal Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus di DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Lodewijk merasa heran, lantaran surat edaran yang dikeluarkan oleh Ketua Umum Partai Golkar perihal larangan bagi kader untuk tidak melakukan korupsi, tidak dituruti oleh Bowo Sidik Pangarso.

“Imbauan itu bagi seluruh Frasi Partai Golkar, (dia) tidak melakukan pakta integritas yang telah ditandatangani pengurus yang berkomitmen mewujudkan Golkar bersih,” katanya.

Golkar juga meminta kepada seluruh kadernya yang menjadi caleg di DPR dan DPRD tidak melakukan tindakan tidak terpuji, melakukan korupsi, dan pelanggaran hukum lainnya. “Karena Golkar akan memberikan sanksi tegas kepada kader yang melakukannya,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Tim Satuan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total mengamankan delapan orang dalam kegiatan operasi ‎tangkap tangan (OTT), Kamis dini hari (28/3/2019).

Delapan orang yang diamankan terdiri dari satu anggota DPR RI yang diduga berasal dari Komisi VI Fraksi Golkar berinisial BSP (Bowo Sidik Pangarso ), direksi BUMN dan swasta.

Dari pejabat BUMN, diduga berasal dari salah satu direksi PT Pupuk Indonesia, sedangkan unsur swasta diduga petinggi PT Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) (rizal/b)