Tuesday, 15 October 2019

Sutradara Natasha Dematra Luncurkan International Women Empowerment

Jumat, 29 Maret 2019 — 14:52 WIB
Sutradara muda Natasha Dematra sosialisasikan IWE, gerakan pemberdayaan generasi perempuan muda.(ali)

Sutradara muda Natasha Dematra sosialisasikan IWE, gerakan pemberdayaan generasi perempuan muda.(ali)

JAKARTA – Sutradara muda Indonesia, Natasha Dematra (20) tidak hanya produktif membuat  film. Ia juga mendirikan organisasi gerakan sosial International Women Empowerment (IWE).

“Gerakan ini sengaja diluncurkan di Hari Film Nasional karena pentingnya para insan perfilman untuk menyadari ada banyak pelecehan terhadap perempuan dijadikan sebagai komoditas yang menguntungkan produser, namun merugikan perempuan secara mendasar. Disamping itu, masih banyaknya diskriminasi dan stigma gender, membuat IWE akan secara konsisten mensosialisasikan isu ini kepada generasi muda,” ujar Natasha.

Gerakan IWE, menurut Natasha, untuk mempromosikan kesetaraan gender dengan menggemakan hak-hak wanita seperti menstruasi, pernikahan anak, pelecehan seksual dan isu pemberdayaan wanita lainnya. Natasha sendiri mengatakan bahwa aktivisisme dapat digunakan lewat cara kreatif seperti halnya film.

Sutradara, aktris dan juga penulis ini memberikan contoh film yang dia sutradarai Planet 50-50, mengangkat isu kesetaraan gender. Film tersebut telah meraih banyak penghargaan internasional dan berhasil menarik banyak perhatiaan orang akan isu tersebut.

Selain itu, peluncuran gerakan IWE di bulan Maret ini sekaligus menandai perayaan Hari Perempuan Internasional. Rangkain peluncuran pertama kali diadakan di Pusat Kebudayaan Rusia bersama para aktivis perempuan, budayawan dan raja-raja Nusantara yang tergabung dalam organisasi Silahturahmi Nasional Raja Sultan Nusantara (Silatnas). Kemudiaan diluncurkan di pesantren Sirojul Munir, Bekasi bersama generasi muda khususnya perempuan dibawah umur 18 tahun.

Natasha berharap gerakan pemberdayaan wanita ini dapat digemakan di seluruh Indonesia karena isu kesetaraan gender adalah isu yang sangat penting.(ali/mb)