Wednesday, 23 October 2019

TKN Minta Dahnil Buktikan Tudingan “Cap Jempol” di Amplop Caleg Bowo

Jumat, 29 Maret 2019 — 14:37 WIB
Juru Bicara TKN, Arya Sinulingga. (ikbal)

Juru Bicara TKN, Arya Sinulingga. (ikbal)

JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin meminta Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak membuktikan cuitannya. Juru Bicara TKN, Arya Sinulingga menilai Dahnil hanya menyebar hoaks jika tidak bisa membuktikan tudingan yang ditulisnya.

Diketahui melaui akun Twitternya, @Dahnilanzar, Dahnil mengungkapkan dugaan adanya kode-kode tertentu yang mengarah salah satu calon presiden pada 400 ribu amplop milik anggota DPR Bowo Sidik Pangarso yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dahnil mengatakan ada dugaan terdapat cap jempol pada amplop-amplop tersebut.

(BacaKPK Sita Ratusan Ribu Amplop dari Anggota DPR, Dahnil Anzar: Diduga Ada “Cap Jempol”)

“Ini Dahnil Anzar buktikan saja. Bahwa ini ada cap jempol. Dia harus buktikan. Kalau dia tidak bisa buktikan dia hoaks lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi Poskotanews, Jumat (29/3/2019).

(BacaRp 8 Miliar Suap Diterima Politisi Golkar Ternyata Untuk Serangan Fajar)

Arya lalu mengingatkan kembali akan berita bohong terkait penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet beberapa waktu lalu. Dia menilai tudingan tersebut menjadi berbahaya jika tidak bisa dibuktikan.

“Kan dia sudah pernah hoaks kasus Ratna Sarumpaet. Dia bisa hoaks lagi ini (kalau tidak bisa membuktikan), jangan hoaks lagi. Harusnya dia buktikan, jangan bilang kayak dulu lagi, ‘saya kan cuma sampaikan’.  Bahaya gaya-gaya ini,” imbuhnya.

(BacaKPK Ingatkan Masyarakat Berani Tolak Bujukan ‘Serangan Fajar’ di Pemilu 2019)

Politisi Partai Perindo itu menilai, harusnya Dahnil berpedoman pada keterangan resmi dari KPK. Menurutnya KPK menyebut amplop tersebut terkait dengan pemilihan anggota legislatif, tidak terkait Pilpres 2019.

“KPK kan sudah bilang tidak ada sangkut pautnya sama Pilpres,  harusnya itu jadi acuan kita,” tutup Arya. (ikbal/ys)