Wednesday, 13 November 2019

Fisioterapis Ini Merangkap jadi Penerjemah Timnas

Selasa, 2 April 2019 — 7:40 WIB
Asep Azis (jaket putih), bersama  pemain Timnas Indonesia

Asep Azis (jaket putih), bersama pemain Timnas Indonesia

SIAPA bilang seorang fisioterapis tim sepakbola , tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris? Adalah Asep Azis yang mampu membuktikan kepada banyak orang bahwa seorang fisioterapis juga punya kemampuan memahami bahasa Inggris hingga dipercaya menjadi penterjemah bagi pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sajfri.

Asep, demikian sapaan Asep Azis yang selalu hadir menemani Indra di dalam jumpa pers, baik jelang maupun setelah pertandingan Timnas Indonesia U-23. Hal itu ia buktikan saat tim berjuluk Garuda Muda berlaga di ajang Piala AFF U-22 dan gase grup babak kualifikasi Piala Asia (AFC) U-23, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya mendampingi Indra di dalam jumpa pers, ia juga selalu menemani Indra ketika ditemui awak media asing di pinggir lapangan, seusia menggelar latihan.

Namun menurut Asep, kemampuannya untuk bisa menjadi penerjemah Indra, bukan diterimanya dengan instan. Ia mengaku baru mendapat kepercayaan untuk menjadi penerjemah Indra, awal tahun ini.

Piala AFF U-22 2019 di Kamboja pada Februari lalu adalah ajang pertamanya mendampingi Indra di ruang konferensi pers. “Awalnya karena Coach Indra dekat dengan saya. Saya juga lumayan sering pergi ke luar negeri. Akhirnya memberanikan diri menjadi penerjemah tapi sambil belajar,” ungkap Asep, belum lama ini.

TIDAK ADA KENDALA

Menurutnya, mendapat tambahan pekerjaannya itu ia jalani dengan tulus selama itu dapat membantu Timnas Indonesia. Asep menuturkan sejauh ini tidak memiliki kendala berarti selama membantu Indra menjadi pengalih bahasa. Akan tetapi, lulusan Universitas Esa Unggul itu mengaku sempat tidak yakin dengan kemampuannya saat menerima pekerjaan ganda menjadi fisioterapis dan juga penerjemah. “Awalnya pasti kurang percaya diri untuk menerjemahkan, takut salah arti,” jelasnya.

Namun karena tekadnya yang ingin mempermudah dan membantu Timnas Indonesia, ia pun berani melakukan tugasnya itu hingga saat ini. Apalagi ia mengaku telah mendapat kepercayaan dari Indra untuk membantunya mengalihkan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Asep yang kini tinggal di Surabaya juga tak membantah pernah memiliki kekhawatiran menjadi penerjemah. Namun ia juga punya siasat untuk mengusir kegundahannya itu saat di depan media asing.

“Saya biasanya akan cek lagi pertanyaan ke penerjemah, seperti yang terjadi di Vietnam (babak kualifikasi Piala Asia U-23 red). Pertanyaannya dalam bahasa Vietnam disampaikan ke penerjemah dalam bahasa Inggris, kalau saya kurang bisa menangkap, saya akan coba tanyakan sekali lagi. Jadi memang sangat hati-hati sekali dan pemilihan kosa katanya jangan sampai salah arti. Karena saya sendiri enggak bisa menerjemahkan kata per kata,” lanjut Asep.

Selain menjadi penterjemah, Asep juga masih aktif sebagai instruktur fisioterapi tim asuhan Indra. Saat ini tim asuhan Indra dipersiapkan untuk berlaga di ajang SEA Games 2019 di Filipina. Sebummya, Garuda Muda harus puas finis di urutan letiga Grup K babak kualifikasi Piala Asia U-23. Tim asuhan Indra kalah bersaing dari Thailand dan Vietnam yang finis di urutan dua teratas. (junius/bu)