Wednesday, 23 October 2019

Tingkat Pengenalan Baru 27 Persen, Jokowi Minta Warga Sosialisasikan Tiga Kartu Sakti

Rabu, 3 April 2019 — 9:00 WIB
Calon Presiden Joko Widodo saat berkampanye di Ngawi. (ist)

Calon Presiden Joko Widodo saat berkampanye di Ngawi. (ist)

NGAWI – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Ngawi, Jawa Timur usai berkampanye di Palembang, Sumatera Selatan.

Dalam kampanye di Ngawi, Jokowi mengatakan baru 27 persen rakyat yang tahu dirinya akan menerbitkan tiga kartu baru, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Prakerja, dan Kartu Sembako. Ketiga kartu ini akan dimulai tahun depan.

“Nanti mulai keluar tahun depan. Ini program capres jadi masih keluarnya tahun depan. Saya ingin sampaikan kartu terlebih dahulu dari survey yang tahu kartu ini baru 27 persen,” kata Jokowi di GOR Bung Hatta, Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (2/4/2019) malam.

Jokowi mengatakan persentase tersebut menunjukkan tiga kebijakannya belum terlalu banyak di kenal masyarakat luas. Sehingga dia meminta kepada pendukungnya untuk mensosialisasikan program tersebut.

“Berarti ini perlu dikenalkan. Tolong bapak, ibu dikenalkan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan KIP Kuliah adalah kartu khusus anak SMA atau SMK yang akan meneruskan ke jenjang universitas namun tak ada biaya.

“Kartu ini nanti diberikan ke lulusan SMA dan SMK yang ingin lanjut perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri nanti akan dibayar dengan KIP kuliah,” terangnya.

Capres petahana ini menjelaskan fungsi KIP kuliah itu untuk mendapatkan beasiswa. Meski saat ini ada beasiswa tapi jumlahnya kecil.

“Nanti dengan kartu ini akan dicetak sarjana sebanyak-banyaknya. Kita akan geser ke pengembangan SDM,” tutur dia.

Jokowi yakin Indonesia bisa mencetak sarjana sebanyak-banyaknya. Karena Indonesia ke depan akan berkompetisi dengan negara lain.

“Kalau anak-anak kita semua bisa kuliah, pintar-pintar, sehat-sehat kita akan menangkan kompetisi dengan negara lain,” pungkas Jokowi. (ikbal/tri)