Thursday, 14 November 2019

BOPI Tegaskan Peserta Liga 1 dan Liga 2, Harus Penuhi Verifikasi

Kamis, 11 April 2019 — 16:45 WIB
Ketua BOPI, Richard Sam Bera dan Manajer Kompetisi PT LIB, Asep Saputra, usai audiensi di Wisma Kemenpora. (junius)

Ketua BOPI, Richard Sam Bera dan Manajer Kompetisi PT LIB, Asep Saputra, usai audiensi di Wisma Kemenpora. (junius)

JAKARTA – Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) bakal melakukan verifikasi ketat terhadap peserta Liga 1 dan Liga 2 musim 2019 sebelum digelar Mei mendatang. Hal itu diungkapkan Ketua BOPI, Richard Sam Bera usai menerima audiensi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), selaku operator kompetisi, terkait permohonan pengajuan rekomendasi penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2, kemarin.

“Permohonan rekomendasi ini sesuai visi BOPI, mendukung berkembangnya semua industri profesional olahraga Indonesia yang membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Tapi, kita harus melakukan verifikasi ketat sebelum mengeluarkan rekomendasi,” tegas Richard yang juga memaparkan, beberapa hal menjadi perhatian utama BOPI sebelum mengeluarkan rekomendasi kepada LIB.

Di antaranya, LIB harus evaluasi pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 musim 2018, pelaksanaan Piala Presiden, dan hal-hal terkait ketaatan regulasi serta unsur-unsur profesionalisme klub peserta liga.

“Misalnya bagaimana status profesionalisme klub terkait badan hukum, kondisi keuangan, kontrak pemain, tunggakan gaji sebelumnya, persyaratan bagi pemain asing, pajak, peningkatan kapasitas wasit, infrastruktur, dan lain-lain,” kata Richard.

Dalam waktu dua pekan setelah pengajuan rekomendasi, BOPI akan melakukan verifikasi kepada beberapa klub terkait pemenuhan unsur profesionalisme peserta liga sepakbola profesional. Untuk itu, BOPI meminta komitmen LIB terhadap jaminan keselamatan dan keamanan semua pihak. Pada musim kompetisi ke depan, BOPI menekankan jangan ada lagi suporter terlibat kekerasan, apalagi sampai timbul korban jiwa.

“Kalau sampai ada korban jiwa, tidak ada opsi lain kecuali menghentikan kompetisi dengan cara mencabut rekomendasi. Juga terkait penegakan hukum yang selama ini tidak konsisten, harap lebih diperhatikan. Padahal, sebenarnya hal ini merupakan kunci dari integritas kompetisi itu sendiri. Kita juga mengingatkan agar setiap klub dipastikan memiliki kemampuan keuangan yang kuat, bisa bertahan sampai kompetisi berakhir pada 22 Desember nanti,” tegasnya.

Ia berharap Liga 1 dan Liga 2 2019, bisa menjadi penyelenggara liga terbaik sepanjang sejarah. Selain peningkatan prestasi, juga menyajikan hiburan kelas tinggi, aman, nyaman, memberikan inspirasi dan enak ditonton bersama keluarga.

Manajer Kompetisi PT LIB, Asep Saputra menjelaskan, kick-off Liga 1 akan bergulir pada 8 Mei mendatang dengan jumlah 300 laga hingga 22 Desember 2019. Sementara kick-off Liga 2 pada 15 Juni hingga 7 Desember 2019. (junius/ys)

Terbaru

hantu angkot
Kamis, 14/11/2019 — 8:54 WIB
Kisah Bocah yang Malang
Soultan Saladin.
Kamis, 14/11/2019 — 8:08 WIB
Soultan Saladin Musuh Rhoma yang Bercucu Sembilan
Kamis, 14/11/2019 — 7:59 WIB
Efektifkah Kenaikan BBN-KB?