Tuesday, 10 December 2019

Mulai 1 Mei Tarif MRT Berlaku Normal

Minggu, 14 April 2019 — 5:06 WIB
Penumpang MRT (ys)

Penumpang MRT (ys)

JAKARTA – Mulai 1 Mei 2019, diskon tarif MRT berakhir dan diberlakukan tarif normal Lebak Bulus-HI Rp14 ribu. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta sistem ticketing berjalan baik sehingga mampu mencegah antrean penumpang.

“Kami sudah berikan tarif bagi warga, sehingga Mei nanti dengan tarif normal. Kini warga sudah terbiasa menggunakan diskon MRT. Ke depan akan kita kembangkan,”kata Anies.

Gubernur meminta pengelola MRT mampu menuntaskan berbagai persoalan operasional. Seperti masalah antrean penumpang akibat sisitem tiket. “Saya yakin masalah tersebut bisa dituntaskan. Karena berbagai peralatan canggih untuk peayanan tiket sudah diterapkan,” katanya.

MESIN DIPASANG

Sementara itu, Head Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin mengatakan, mesin untuk mempercepat tiket sudah dipasang. Mulai Senin (15/4) dioperasikan. Dengan cara tersebut antrean penumpang akan teratasi. “Sudah efektif mengurangi antrean pembelian dan top-up tiket,” katanya.

Kamaluddin menjelaskan, mesin tiket atau vendhing machine itu sangat penting untuk mengurai antrian loket yang kerap dikeluhkan penumpang.

Menurutnya, dengan adanya vendhing machine, penumpang hanya cukup menyiapkan uang pecahan dan memasukannya ke mesin untuk mendapatkan tiket secara otomatis.

Kendati demikian, penumpang MRT disarankan membawa uang pas ataupun pecahan yang tidak terlalu besar dan tidak lusuh. Sebab, kendala utama yang terjadi pada pengoperasian mesin tiket otomatis karena jumlah uang kembalian yang sering habis dan tak terbaca oleh mesin lantaran pecahan rupiah lusuh.

“Untuk uang kertas, mesin hanya menerima pecahan Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, sedangkan untuk uang koin mesin hanya menerima pecahan Rp1.000 dan Rp500,” katanya.
Dijelaskan rata rata penumpang saat ini berkisar 78 ribu-80 ribu per hari. Jumlah tersebut melampaui target 69 ribu penumpang. “Kita akan terus perbaiki pelayanan sehingga MRT betul betul menjadi moda andalan untuk urai kemacetan karena nantinya terintegrasi dengan moda angkutan lainnya.” (john)