Wednesday, 20 November 2019

JPU Tuntut Ahmad Dhani 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Selasa, 23 April 2019 — 17:45 WIB
Ahmad Dhani di ruang sidang. (dok/cw2)

Ahmad Dhani di ruang sidang. (dok/cw2)

JAKARTA – Musisi dan politisi Ahmad Dhani dituntut dengan hukuman  1,5 tahun (1 tahun 6 bulan) penjara kasus  pencemaran nama baik, dengan kata ‘idiot’.  Sidang kasus pencemaran nama baik tersebut digelar mulai pukul 14.30 WIB, Selasa (23/4/2019).

Ketua Majelis Haki R Anton Widyopriyono mempersilakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk membacakan tuntutan untuk sang terdakwa, Dhani.

Dalam tuntutan yang dibacakan JPU Rahmat Hari Basuki, Dhani dijerat pasal 45 ayat 3 jouncto ayat 27 ayat 3 Undang-Undang RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008. Yakni tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Menuntut terdakwa Ahmad Dhani dengan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan,” kata Rahmat.

Dalam pertimbangan tuntutan JPU disebutkan bahwa Ahmad Dhani dinilai terbukti bersalah karena mendistribuskan dokumen yang bermuatan penghinaan.

Terkait penghinaan di dunia maya itu, sebagaimana tertuang dalam pasal 45 ayat 2 jo Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan,” kata  JPU Rahmat Hari Basuki dalam tuntutannya.

Selain itu,  JPU juga mempertimbangkan hal yang memberatkan yakni terdakwa tidak menyesali perbuatannya dan yang meringankan adalah terdakwa sopan selama persidangan.

Ahmad Dhani dijadikan terdakwa atas ujaran idiot yang dia lontarkan pada sekelompok massa yang menghalanginya saat hendak deklrasasi #2019GantiPresiden.

Sebelumnya, sidang tuntutan terhadap Ahmad Dhani Prasetyo batal dilakukan hari ini, Kamis (11/4/2019), karena jaksa belum siap membacakan berkas tuntutan.

Ketua majelis hakim R Anton Widyopriono menunda sidang selama dua minggu ke depan. Sidang bakal kembali dilanjutkan pada tanggal 23 April 2019. (*/win)