Wednesday, 23 October 2019

Mangkir, Polisi akan Panggil Paksa Ahmad Fanani

Rabu, 24 April 2019 — 17:30 WIB
Mentan bendahara pemuda Muhammadiah Ahmad Fanani, mangkir jalani pemeriksaan. (dok)

Mentan bendahara pemuda Muhammadiah Ahmad Fanani, mangkir jalani pemeriksaan. (dok)

JAKARTA – Panitia Acara Dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani mangkir dari panggilan polisi, rabu (24/4/2019).

Padahal, ia diagendakan untuk diperiksa sebagai saksi di Direkotrat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya terkait kasus dana kemah. Namun hingga sore, Fanani tidak juga terlihat hadir.

“Nggak datang ya, bisa dibilang mangkir,” ujar Kasubdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan ketika dikonfirmasi, Rabu (24/4/2019).

Ia mengatakan, ini sudah kesekian kali Fanani mangkir dari panggilan polisi untuk memberikan keterangan saksi. Oleh karena itu, ia akan melakukan pemanggilan paksa terhadap Fanani.

“Karena masih saksi prosedurnya apabila ini tidak dipenuhi, maka akan kami terbitkan surat perintah membawa,” jelasnya.

Diketahui, surat panggilan terhadap Fanani telah dikirimkan pada Kamis (18/4/2019). Namun dihubungi terpisah, Fanani justru mengaku belum menerima surat panggilan tersebut. Atas alasan tersebut, ia tidak menghadiri pemanggilan terhadap dirinya hari ini.

“Saya nggak dapat surat panggilan,” kata Fanani ketika dihubungi.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Panitia Acara Dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani, Ketua Kegiatan dari GP Ansor Safaruddin, dan Abdul Latif dari Kemenpora.

Kasus ini berawal dari penyelenggaran kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia, yang diadakan dengan dana APBN Kemenpora tahun anggaran 2017 dan turut melibatkan GP Ansor serta PP Pemuda Muhammadiyah. Kasus ini pun telah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh kepolisian. Sebab, ditemukan kerugian negara akibat kasus tersebut. (cw2/yp)