Wednesday, 23 October 2019

Soal Tuduhan Konspirasi Hasil Pemilu, Wiranto: Ngawur

Rabu, 24 April 2019 — 14:35 WIB
wiranto konpres

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, membantah tudingan konspirasi pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) merekayasa hasil pemilu.

“Tuduhan itu sangat tendensius, ngawur, bernuansa fitnah, dan tidak benar dan tidak berdasar,” ujar Wiranto usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Menurutnya, tuduhan muncul saat rekapitulasi suara dilakukan KPU bertujuan mendelegitimasi pemerintah, KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) selaku penyelenggara pemilu. Tudingan dianggapnya tak hanya dialamatkan ke pemerintah tetapi juga Polri dan TNI.

Tudingan itu, sambungnya, dimunculkan untuk menunjukkan adanya kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pemilu 2019. Padahal, pemerintah, KPU dan Bawaslu adalah institusi terpisah.

“Tidak pernah ada pikiran, kehendak, dari pemerintah, untuk intervensi terhadap kinerja KPU dan Bawaslu,” katanya. “Apalagi sampai membangun konspirasi kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif untuk memenangkan pasangan calon tertentu.”

Ia juga mengatakan masyarakat mestinya memberi apresiasi kinerja KPU dan Bawaslu. “Kita seharusnya memberi penghargaan dan apresiasi kepada KPU, Bawaslu dan petugas keamanan yang melakukan pekerjaan besar dan berat ini dengan aman, lancar, dan damai serta sampai saat ini menimbulkan korban sebanyak 139 orang meninggal dalam tugas,” sambungnya. “Jadi sangat tidak pada tempatnya melakukan fitnah, cacian, dan membuat tuduhan-tuduhan yang menyedihkan yang tidak berdasar.”

Ia minta masyarakat tak terprovokasi tudingan yang menyebut KPU melakukian keberpihakan. “KPU telah melakukan penghitungan transparan yang perkembangan hasilnya dapat diakses oleh siapapun setiap saat,” katanya. (*/yp)