Friday, 18 October 2019

Anies Pimpin Upacara di Monas

Hardiknas 2019, Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan

Kamis, 2 Mei 2019 — 10:31 WIB
Anies Rasyid Baswedan saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional di Monas. (Yendhi)

Anies Rasyid Baswedan saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional di Monas. (Yendhi)

JAKARTA  –  Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (HPN) yang diselenggarakan di lapangan silang Monumen Nasional (Monas), Rabu (2/5/2019).
Sebagai inspektur upacara, Anies membacakan amanat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Menurutnya, tema Hari Pendidikan Nasional 2019 adalah Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan.
Dikatakan Anies mengutip amanat Muhadjir, bahwa pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia.
“Di sini kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya. Terkait dengan itulah, tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 adalah ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’,” kata Anies membaca amanat Muhadjir.
“Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan,” lanjut dia.
Dengan demikian, diharapkan hadir banyak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas guna mewujudkan Indonesia yang maju. Dalam perspektif Kemendikbud pembangunan SDM menekankan dua penguatan yakni pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja.
“Dalam pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur. Sementara ikhtiar membekali ketrampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan,” ucap Muhadjir.
Ditambahkan Muhadjir, dalam revolusi industri 4.0 mempengaruhi cara hidup, bekerja, dan belajar. Perkembangan teknologi yang semakin canggih juga dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik.
“Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat. Saat ini peserta didik kita didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital,” papar dia.
Pendidikan dewasa ini juga harus didukung dan dikuatkan dari tiga sumber yakni keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan momentum Hari Pendidikan Nasional ini diharapkan rakyat Indonesia mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks. (Yendhi)