Saturday, 07 December 2019

Jadi Tersangka, Bachtiar Nasir Besok Diperiksa Polisi

Selasa, 7 Mei 2019 — 13:34 WIB
Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir. (ikbal)

Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir. (ikbal)

JAKARTA – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Bachtiar Nasir, sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan uang Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) yang dananya diklaim untuk Aksi 212.

“Penggelapan. Ini terkait penyalahgunaan wewenang terhadap uang yayasan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).

Menurutnya, penetapan status itu bermula dari pengebangan kasus penggelapan dana yayasan yang dilakukan manajer di salah satu bank BUMN bernama Islahudin. Ia juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Penyidik sudah memiliki alat bukti (penggunaan dana yayasan untuk aksi). Penyidik akan meminta keterangan yang bersangkutan, mengklarifikasi data-data serta alat bukti yang dimiliki penyidik besok,” sambungnya.

Bachitar Nasir akan diperiksa Rabu 7 Mei 2019. ia akan dimintai klarifikasi atas temuan setidaknya dua alat bukti yang membuatnya menjadi tersangka.

“Penyidik tidak asal ujug-ujug. Harus ada dua alat bukti. jadi kalau nanti ada penahanan berarti ya cukup bukti. Dua alat bukti besok akan diklarifikasi,” ujarnya.

Bachtiar mengelola dana sumbangan mnasyarakat sekitar Rp3 miliar di rekening YKUS yang disebutnya digunakan untuk Aksi 212, membantu korvan gempa Pidie Jaya, Aceh, banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Naun polisi mengindikasikan ada pencucian uang dalam aliran dana dari yayasan itu. (cw2/yp)

 

Terbaru

Tiang listrik di Jalan Gatot Subroto, Indramayu, yang tengah diperbaiki. (taryani)
Sabtu, 7/12/2019 — 9:05 WIB
Jalan Diperbaiki, Tiang Listik Belum Dipindah
Sabtu, 7/12/2019 — 8:11 WIB
IMB Akan Dihapus, Mengapa ?