Thursday, 21 November 2019

Panglima TNI Akui Ada Provokasi dan Pembentukan Opini Soal Hasil Pemilu 2019

Selasa, 7 Mei 2019 — 14:39 WIB
Panglima TNI Marsekal  Hadi  Tjahyanto.(timyadi)

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto.(timyadi)

JAKARTA –  Ada indikasi provokasi dan pembentukan opini oleh pihak-pihak yang tidak menerima hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019.

Hal itu diungkapkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat rapat kerja terkait evaluasi penyelenggaraan Pemilu 2019 dengan Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2019).

“Ada indikasi tidak menerima hasil penghitungan suara oleh KPU dan gencarnya provokasi serta upaya cipta opini melalui media sosial,” ujar Hadi.

Hadi juga menyoroti adanya  tudingan kecurangan dalam pelaksanaan pemungutan suara, proses penghitungan hingga penetapan hasil pemilu.

Jika situasi tersebut terus berlangsung, lanjutnya, maka akan memunculkan aksi unjuk rasa bahkan penyerangan terhadap kantor-kantor penyelenggara pemilu.

dpd

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto bersama Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Dalam Negeri                                                                                                                Tjahjo Kumolo, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.(timyadi)

“Akibat dari keberatan tersebut dapat terjadi aksi untuk melaksanakan unjuk rasa atau bahkan penyerangan terhadap kantor-kantor penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu, Ini sudah kami prediksi,” kata dia.

Karena itu Panglima TNI menegaskan, pihaknya akan melaksanakann deteksi cegah dini, temu cepat, dan lapor cepat setiap ada perkembangan situasi.

Menurutnya, TNI bersama Polri juga melakukan patroli bersama di wilayah-wilayah yang dianggap memiliki tingkat kerawanan tinggi.

” TNI juga terus melakukan patroli bersama Polri dalam rangka cipta kondisi wilayah, khususnya didaerah-daerah yang dianggap rawan,” kata Hadi.

Dalam rapat kerja tersebut hadir Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Wakil Kepala BIN Teddy Lhaksmana, perwakilan Menko Polhukam dan perwakilan Jaksa Agung.(tri)